KEDIRI, JP Radar Kediri -Mata air ini dikelilingi persawahan yang luas. Namun begitu, lokasinya tak jauh dari ikon Kabupaten Kediri. Yaitu Simpang Lima Gumul. Tak ayal, mata air ini kerap jadi jujukan wisata gratis bagi warga. Sayang, sumber airnya kini semakin surut akibat kemarau panjang.
Masyarakat setempat menyebut mata air ini sebagai Sendang Jogo Towo. Lokasinya berada di tengah persawahan. Namun, aksesnya terbilang mudah. Dari Jalan Totok Kerot, pengunjung bisa melintasi akses selebar lebih kurang tiga meter di antara lahan persawahan. Lokasinya pun dekat dengan ikon-ikon wisata daerah. Seperti Simpang Lima Gumul dan Taman Arca Totok Kerot.
Terlepas dari itu, mata air ini punya keunikan yang jarang ditemui di tempat lain. Memasuki kompleks mata air, pengunjung wajib melepas alas kaki. “Nggak tahu biar apa. Tapi dari pengelolanya sini memang sudah seperti itu aturannya,” terangnya.
Karena aturan tersebut kompleks sendang yang seluruhnya dikelilingi paving itupun nampak bersih. Hanya sampah daun-daun kering saja yang berserakan. Menjadikan lokasi ini sebagai tempat yang nyaman bagi sebagian orang untuk bersantai.
Mata air yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem ini kerap kali dijadikan tempat mandi oleh masyarakat. Memasuki kawasan ini, pengunjung akan langsung disambut dengan gapura tinggi dan ornamen-ornamen bernuansa budaya Jawa.
“Untuk berendam saja biasanya. Karena kolamnya juga nggak besar,” ujar Sukiran, pengunjung asal Kecamatan Wates.Setidaknya ada dua kolam di sana. Dua-duanya kerap dijadikan tempat berendam oleh pengunjung. Sayang, di dua kolam itu, airnya mulai surut. Ketinggiannya bahkan hanya sebatas mata kaki. “Karena kemarau saja. Biasanya juga tinggi airnya. Makanya sekarang jadi sepi karena airnya surut,” terangnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah