KEDIRI, JP Radar Kediri - Tak bisa dipungkiri, tempat wisata yang buka sejak 2019 ini mengunggulkan potensi alam. Mata airnya memancar hingga kini. Bahkan menjadi penyokong kebutuhan air untuk salah satu rumah sakit.
Potensi wisata alam itu yang akan dimaksimalkan oleh Pemdes Krenceng, Kecamatan Kepung untuk mendulang pendapatan asli desa (PAD). Mengemasnya menjadi semakin menarik dan membuat pengunjung betah berlama-lama. Yaitu pengadaan kafe yang akan buka hingga malam hari.
"Fasilitas kafe ini bakal jadi daya tarik tambahan. Selama ini untuk memikat pengunjung hanya mengandalkan taman bunga," terang Pj Sekretaris Desa (Sekdes) Huda.
Membuka kafe yang hadir hingga malam hari adalah satu hal. Hal lain adalah menata ulang suasana Tawan Wisata Sumber Ragil Kuning. Gazebo yang selama ini sudah berdiri mulai dirombak. Menjadi lebih fungsional, bisa dimanfaatkan pengunjung.
Satu lagi yang akan dimaksimalkan adalah nuansa sejarah. Mata air ini memiliki beberapa aset yang berupa peninggalan bersejarah. Seperti pipa bawah tanah sepanjang lima kilometer. Yang menghubungkan sumber dengan RS HVA Toeloengredjo Pare. Potensi ini akan menjadi salah satu daya tarik tambahan.
Masih ada lagi, yaitu terkait air yang menjadi potensi terbesarnya. Keberadaan pancuran air akan diteruskan dengan membuat kolam. Yang fungsinya untuk kolam renang dan juga pemancingan.
Terakhir, soal kualitas air di sumber ini. Yang masih sangat pure alias murni. Tidak dicampur bahan kimia. “Kemurnian air sangat terjaga. Kalau mau minum langsung nggak papa, pasti rasanya segar,” ucapnya.
Prospektif, Bumdes Kembangkan Penggemukan Kambing
Bukan hanya sektor pariwisata yang coba digarap oleh Pemdes Krenceng. Mereka juga mengincar bisnis penggemukan kambing. Usaha yang dinilai prospektif ini digarap oleh badan usaha milik desa (bumdes) terkait dengan program di bidang peternakan.
"Kebetulan karena pengurusnya ganti, bumdes akan terjun di bidang peternakan,” terang Pj Sekdes Heru.
Alasan mengapa memilih penggemukan, karena sebagian pengurusnya sudah memahami bidang ini. Selain itu, prospeknya juga sangat bagus.
Dalam pelaksanaannya nanti, pemberian pakannya juga dengan fermentasi. Selain dengan rumput segar. Proses fermentasinya dilakukan sendiri. Karena anggota bumdes sudahmendapatkan pelatihan.
Pakan fermentasi ini dianggap lebih efisien. Karena tidak membuat pemelihara mencari pakan setiap hari. Selain itu hewan yang diberi pakan makanan fermentasi ini lebih cepat gemuk.
“Dalam pengelolaan penggemukan kambing, bumdes nanti bisa bekerja sama dengan karang taruna atau yang lain,” tandas Heru.
Target Turunkan Angka Stunting
Nurhuda memang baru menjabat kepala Desa Krenceng. Namun dia sudah mencanangkan target besar. Yaitu menurunkan angka stunting di desa yang dia pimpin. Sebab, dibanding tahun sebelumnya, angka stunting meningkat signifikan.
“Pada tahun kemarin ada 30 anak. Sedangkan tahun ini 52 anak,” terang laki-laki yang biasa dipanggil Huda ini.
Beberapa program diluncurkan. Khususnya di bidang kesehatan. Seperti memberi bantuan makanan tambahan. Selama tiga bulan ke depan akan ada pembetian asupan makanan tambahan dua kali sehari. Khusus untuk anak yang mengalami stunting.
Makanan tersebut akan diolah oleh ibu-ibu anggota pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan kader pembangunan manusia (KPM). “Bantuan makanan ini sampai anak tersebut terbebas dari stunting,” jelasnya.
Selain pemberian makanan tambahan, juga ada pembinaan mencegah pernikahan dini bagi remaja. Ini juga terkait fakta bahwa masih banyak warga desa yang menikah di bawah usia 20 tahun.
“Pernikahan di bawah usia 20 tahun ini juga menyumbang angka stunting di desa,” aku Huda.
Huda menambahkan, ketika menikah di waktu yang belum dewasa, pasangan cenderung belum siap mendidik anak. Terutama dalam memahami gizi untuk anak dan diri mereka sendiri.
Terakhir, pemdes juga membuka program kelas ibu hamil. Mereka yang sedang hamil akan mendapatkan edukasi. Agar saat anaknya lahir tumbuh dengan sehat. Ideal dalam hal berat hingga tinggi badan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah