KEDIRI, JP Radar Kediri - Perkembangan teknologi tentu memiliki sisi positif dan negatif. Salah satu minusnya adalah pengaruh pada kesehatan mata anak. Generasi sekarang jarang menghabiskan waktu dengan bermain di luar. Mereka justru lebih banyak nge-game di gawai.
Efek buruknya, kesehatan mata anak menjadi terganggu. Terpapar dampak penggunaan gawai yang berlebihan. “Menjaga kesehatan mata anak ini sangat penting, karena anak-anak ini masih dalam masa tahap pertumbuhan,” terang Wahyu Endah Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit (RS) Gambiran.
Akibat penggunaan yang berlebihan, mata jadi lebih mudah rabun jauh atau minus. Kondisi ini membuat anak mau tidak mau harus mengenakan kacamata. Oleh karena itu, screen time harus dibatasi.
Endah menjelaksan bahwa anak di bawah dua tahun tidak dianjurkan mengoperasikan gawai. Sedangkan untuk usia dua hingga lima tahun, screen time harus diberi batasan. Yaitu satu hingga dua jam.
“Menurut penelitian, dengan membatasi screen time ini dapat mengurangi rabun jauh atau minus pada anak saat usia lebih dewasa,” terang Endah.
Sebagai dokter mata, Endah menyarankan agar anak-anak menghabiskan waktunya di luar rumah. Sebab anak-anak yang menghabiskan waktunya selama 76 menit memiliki peluang lebih rendah terkena rabun jauh. Bahkan, mencapai 50 persen. “Mulai usia 0 hingga 18 tahun ini masih kemungkinan terjadi rabun jauh,” katanya.
Jika anak sudah terlanjur menggunakan kacamata, agar minus tidak bertambah sebaiknya tidak menunda memberikan kacamata. Sebab jika tidak segera diberikan akan membuat mata mengalami lazy eyes atau mata malas.
Selain membuat mata anak menjadi minus dan rabun jauh, kebiasaan ini juga bisa membuat ukuran kacamata minus bertambah. Termasuk mengalami kelelehan mata hingga perubahan perilaku anak.
Minimalisir dengan Beri Nutrisi
Menjaga kesehatan mata anak sangat penting. Mengingat, anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Agar mata anak tetap sehat, ada beberapa tips yang dapat dilakukan. “Pertama adalah menjaga nutrisi,” terang Wahyu Endah Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit (RS) Gambiran.
Endah mengatakan bahwa menjaga kesehatan mata dapat dilakukan dengan memberi asupan nutrisi dyang baik. Lebih tepatnya makanan yang mengandung gizi yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh.
Makanan tersebut dapat berupa sayuran dan buah-buahan. Terutama yang memiliki kandungan vitamin A dan C. Kandungan tersebut bisa didapatkan dari sayuran seperti wortel, dan tomat. Sedangkan untuk buah bisa dari jeruk dan strawberry. “Kandungan omega tiga bisa dari ikan salmon atau ikan tuna,” ucap Endah.
Lebih lanjut, pengecekan mata sangat dianjurkan pada anak yang memiliki orang tua berkacamata. Sebab berdasarkan jurnal IP bahwa prevelensi pada anak dengan orang tua berkacamata ini dapat menurun. “Orang tua bisa melakukan pengecekan mata saat anak berumur enam hingga sembilan bulan. Kemudian setiap tahun secara berkala dari usia enam hingga 19 tahun,” kata Endah.
Dalam menjaga kesehatan mata anak, orang tua juga perlu melakukan stimulasi. Stimulasi ini dapat dilakukan saat anak masih bayi hingga berusia delapan tahun. Cara stimulasi ini dengan memberikan mainan dengan berbagai bentuk dan warna.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah