KEDIRI, JP Radar Kediri - Warga Desa Tugurejo menyebut tempat ini sebagai Punden Mbah Tugurejo. Lokasinya di Dusun Loksongo. Sosok yang dimakamkan di tempat ini adalah tokoh yang babad alas alias membuka wilayah pertama kali. Karena itulah lokasi ini menjadi tempat pelaksanaan acara bersih desa setiap tahunnya.
Karena jadi punden, makam ini ramai didatangi peziarah. Terutama setiap malam Kamis Pahing dan Jumat Pon. Kondisi inilah yang bakal dimanfaatkan oleh pemerintah desa (pemdes). Menjadi destinasi wisata. Sebagai cara mendulang pendapatan asli desa (PAD).
“Sebelum dikembangkan jadi tempat wisata, dulu punden ini hanya dikunjungi oleh orang yang punya hajat. Tujuannya menggelar selamatan atau ritual,” terang Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Mohammad Fadil Sausu.
Pria 51 tahun ini menjelaskan, pemdes telah menyusun rencana menjadikan lokasi ini menjadi tempat wisata edukasi. Yaitu memperkenalkan sejarah desa sekaligus kekayaan alamnya.
Program itu akan dimulai pada 2024. Untuk mendukung rencana itu lokasi punden dijadikan hutan desa. Memanfaatkan banyaknya pohon besar yang tumbuh di tempat ini.
Di area hutan desa inilah akan digunakan sebagai tempat kegiatan wisata. Seperti petik buah, outbond, serta demontration plog (demplot) pertanian. Di demplot tersebut pengunjung dapat melihat dan belajar tentang pertanian.
“Juga akan dibuat lokasi untuk UMKM (usaha mikro kecil dan menengah, Red),” tambahnya.
Masih menurut Fadil, di lokasi wisata punden ini akan dibangun pula pendapa gamelan. Sebagai tempat atraksi dan belajar seni. Semua itu dilakukan agar suasana punden tidak terlalu wingit dan sehingga bisa ramai pengunjung.
Dinormalisasi, Sumber Petuk Telogorojo Jadi Indah
Satu lagi destinasi wisata yang disiapkan oleh Pemdes Tugurejo. Namanya Sumber Petuk Telogorejo. Lokasinya di Dusun Jeruk.
Dulunya, sumber ini dikelilingi pepohonan yang sangat lebat. Sekilas, bila melalui area ini, kesannya angker dan menakutkan. Namun, pada 2020 pemdes melakukan normalisasi. Beberapa pohon ditebang. Penataan lahan juga dilakukan. Setelah itu menormalisasi saluran.
“Setelah dinormalisasi Pemdes Tugurejo melakukan terobosan baru menjadikannya sebagai tempat wisata,” terang Mohammad Fadil Sausu.
Menurutnya, upaya menjadikan sumber sebagai destinasi wisata adalah untuk menggerakkan perekonomian warga. Karena itulah, meskipun proses normalisasi sangat panjang, pemdes tetap melakukan. Sebagai salah satu upaya meningkatkan kemakmuran warga.
Memang, proses normalisasi membutuhkan waktu lama. Berawal dari pengajuan pada Januari 2020. Setelah itu, pada 14 Mei mulai dilakukan penataan.
“Desain wahana wisata memanfaatkan sumber air yang berbentuk telaga dengan lebar 15 Meter dan panjang 170 Meter,” imbuhnya,
Setelah itu, dicari nama lokasi wisata. Setelah melakukan musyawarah antara perangkat desa dengan tokoh masyarakat, disepakati nama Sumber Pethuk Telaga Agung.
Setelah tiga tahun berlalu, kondisi Sumber Petuk Telogorejo masih terjaga keasriannya. Di tepi sumber diberi tempat duduk untuk pengunjung. Sedangkan sumbernya menjadi tempat pemancingan. Di kolam terdapat ratusan ikan jenis patin, nila, dan wader berbagai ukuran.
Perbaiki Jalan di Tiga Titik
Tahun ini, Pemdes Tugurejo memperbaiki infrastruktur. Terutama jalan desa. Lokasinya di tiga titik. Yaitu di Dusun Jeruk, Dusun Babakan, dan Dusun Loksong.
“Karena sudah rusak maka dilakukan perbaikan,” aku Mohammad Fadil Sausu.
Jalan yang diperbaiki itu kebanyakan sudah berlubang di sana-sini. Membuat tidak nyaman bila dilewati. Bahwan rawan kecelakaan.
“Kondisinya parah karena tidak menggunakan aspal hotmix,” imbuhnya.
Saat berlangsung musyawarah desa, warga meminta jalan tersebut diperbaiki. Pemdes pun menyerap aspirasi dengan melakukan perbaikan jalan di tiga dusun. Masing-masing, sepanjang 150 meter di Dusun Loksongo, 100 meter yang di Dusun Jeruk, serta yang paling panjang adalah Dusun Babakan sepanjang 300 meter.
“Perbaikan jalan ini sudah dilakukan bulan ketujuh lalu. Saat ini telah selesai,” kata Fadil sambil menyebut anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 300 juta.
Selain perbaikan jalan, pengerjaan infrastruktur lainya adalah pembangunan tembok penahan tanah (TPT). Pembangunan TPT ini di dua lokasi. Yaitu dekat Perumahan Tugurejo dan di Dusun Loksongo yang dekat dengan perairan. “Di perumahan itu, saat hujan air dari irigasi merembes ke tempat itu,” ungkap Fadil.
Kerusakan TPT sejatinya sudah lama. Namun baru tahun ini dilakukan perbaikan karena dananya tersedia.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah