Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cerita Duka Keluarga Indri, Remaja yang Ditemukan Meninggal di Area Gua Jegles

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 25 Desember 2023 | 17:36 WIB
BERDUKA: Trubus, sang kakek menunjukkan foto Indri. (Foto: Asad MS/JPRK)
BERDUKA: Trubus, sang kakek menunjukkan foto Indri. (Foto: Asad MS/JPRK)

Sungguh tragis nasib yang menimpa IYL. Dara 15 tahun itu harus meninggal dengan cara yang tak wajar. Tak ayal, kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Banyak orang yang berkumpul di rumah sederhana itu Sabtu siang (23/12) lalu. Sebagian duduk di pelataran rumah di Dusun Sumberpancur, Desa Kepung, Kecamatan Kepung tersebut. Sebagian lagi ada di ruang tamu yang semua perabotnya dikeluarkan. Berganti dengan hamparan karpet yang menutupi permukaan lantai rumah.

Mereka adalah warga dusun setempat. Yang menunggu kedatangan jenazah salah satu anggota keluarga si pemilik rumah, Indriana Yusi Lestari. Gadis belia yang baru berusia 15 tahun itu ditemukan meninggal dunia di jalan menuju Gua Jegles, tempat wisata di Desa Keling Kecamatan Kepung. Mayat gadis itu tengah dalam perjalanan dari RS Bhayangkara Kediri.

Supriati, istri pemilik rumah, terbaring lemas di ruang tengah. Sesekali perempuan tua ini bangun dari rebahnya, kemudian duduk. Terutama bila ada tamu yang mengucapkan bela sungkawa atas tragedi itu. Raut wajah sedihnya tak bisa ditutupi.

Sang suami, Giyono, tengah tidur di kamar. Menurut Trubus, adik Supriati yang menemani di ruang tengah, kakek korban itu kelelahan. Karena semalaman sibuk menjawab pertanyaan polisi.

"Cucu satu-satunya. Anaknya ada tiga tapi yang punya anak baru yang mbarep, ibunya si Indri," terang Trubus, menjelaskan hubungan kekerabatan antara korban dengan pasangan Giyono-Supriati. Wajar bila akhirnya kematian itu memukul perasaan pasutri ini.

Perasaan terpukul tentu saja juga dirasakan Trubus. Meskipun dia tak serumah, adik Supriati ini punya ikatan erat dengan korban. Semasa Indri kecil dia sering mengantar cucu keponakan itu mengikuti casting. Paling sering di GOR Jayabaya Kota Kediri. Saat kecil sang cucu memang sudah berkeinginan jadi artis.

"Saya hanya bisa membantu mengantarkan," Kenang pria 50 tahun itu.
Awalnya Indri tidak tinggal bersama kakek dan neneknya di Kepung. Ikut ibunya yang menikah lagi dan tinggal di Jombang. Baru ketika hendak masuk SMA dia pindah. Demikian pula sekolahnya, di salah satu SMA di kecamatan ini.

Namun, baru kelas X, Indri tidak melanjutkan sekolah. "Ndak ngerti, tak ingin melanjutkan sekolah," jawab Suparni, adik Supriati yang lain, ketika ditanya alasan gadis itu tak menamatkan pendidikannya.
Yang pasti, Indri dikenal sosok ceria.

Meskipun tak terlalu dekat hubungannya dengan sudara-saudaranya. Ini pula yang membuat pihak keluarga tak pernah tahu bila dia mendapat masalah.
"Kalau ada apa-apa gak pernah sambat ke dulur," akunya.

Semasa tinggal di Kepung, Indri juga jarang bersosialisasi. Tidak pernah bercengkerama dengan warga. Justru teman-temannya yang datang ke rumah. Kemudian, bila keluar dengan teman-temannya itu pulangnya juga larut.

"Temannya banyak tapi bukan orang sini. Orang-orang bantengan," terang Ketua RT setempat, Imam Syafi'i.

Indri memang jarang bersosialisasi. Tapi, dia juga tak pernah bermasalah dengan warga. Karena itu, ketika tahu ada kabar duka itu, warga juga terpukul.

Terlebih Supriati, sang nenek yang merawatnya. Sempat shock mendengar kabar kematian itu. Membuat kondisi fisiknya drop, karena juga sedang sakit-sakitan. Wanita ini memang punya riwayat jantung."

Masih bisa aktifitas, tapi badannya kurus karena sedang sakit. Pastinya shock dengar kabar itu," terang Imam.

Kini, keluarga ini hanya bisa pasrah dengan kepergian Indri. Tapi mereka berharap agar pelakunya segera terungkap.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tragis #gadis di bawah umur #Peristiwa