Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri dan Pembentukan Posyandu Kesehatan Jiwa

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 19 Desember 2023 | 19:03 WIB

 

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri – Mewujudkan masyarakat yang sehat jiwa dan raga menjadi perhatian besar Pemdes Ngasem. Karena itu, pelayanan kesehatan yang mereka lakukan tak hanya untuk fisik, juga kesehatan jiwa. Wujudnya adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kesehatan Jiwa Purna Niroga.

Hebatnya, Posyandu Kesehatan Jiwa Purna Niroga tak hanya melayani warga Desa Ngasem saja. Juga ada pasien yang datang dari 12 desa lain di Kecamatan Ngasem.

"Dulu hanya khusus untuk warga desa. Setelah didatangi Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dan Kementerian Kesehatan akhirnya pelayanan dibuka untuk desa-desa lain di Kecamatan Ngasem," terang Kades Ngasem Yuhari.

Merunut keterangan Yuhari, awalnya, pembentukan Posyandu Kesehatan Jiwa Purna Niroga karena banyaknya pasien amuk. Hal itu membuat pemdes membuka posyandu khusus. Waktunya setiap Rabu minggu ketiga. Bertempat di Puskesmas Ngasem, acaranya adalah pemeriksaan kesehatan bagi pasien. Kemudian ditambah dengan acara tambahan berupa senam maupun permainan agar pasien tertarik.

"Selain memberi obat setiap bulan, kami juga beri terapi hingga keterampilan," lanjut Yuhari. 

Fungsi Posyandu Kesehatan Jiwa juga ditopang keberadaan kader desa. Tugas mereka tak hanya fokus pada kesehatan pasien. Juga melakukan sosialisasi pada keluarga. Apalagi, selama ini masih muncul stigma, bahwa gangguan kejiwaan adalah aib dan tabu. Melalui sosialisasi tersebut mereka berharap masyarakat lebih peduli.

Kader Posyandu Kesehatan Jiwa ini juga memberi edukasi tentang gejala dan penanganannya. Dengan mengetahui gejala maka bisa melakukan antisipasi. Selain itu, mereka juga melakukan home visit. Terutama bagi yang tak bisa datang ketika hari pemeriksaan.

Posyandu Kesehatan Jiwa ini dibentuk pada 2019. Total kadernya sebanyak lima orang. Dengan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk menangani puluhan orang tersebut, kader posyandu ini dibantu oleh bidan desa hingga linmas. Sebab untuk menangani puluhan orang tersebut memerlukan banyak tenaga. Salah satu jika ada yang kambuh. (ara/fud)

 Baca Juga: Ini Fashion yang Cocok Buat Kamu Menjelang Akhir Tahun

Tentang Desa Ngasem

 

Luas Wilayah                           140 Hektare

Jumlah Penduduk                     4 ribu jiwa

Jumlah KK                               1.300 – 1.400 KK

Jumlah Dusun                          1 (Dusun Ngasem)

Pertanian                                  Padi dan palawija (jagung, tebu, dan cabai)

Batas

Utara                                        Desa Nambaan

Selatan                                     Desa Sukorejo

Timur                                       Desa Paron

Barat                                        Desa Karangrejo

 Baca Juga: Yuk Intip Perumahan di Kota Kediri dengan Konsep Skandinavian

Bumdes Kelola Pupuk Subsidi

 

Desa Ngasem juga punya cara untuk menjaga ketersediaan pupuk subsidi. Agar problem kelangkaan yang menjadi masalah selama ini bisa terurai. Caranya adalah pengelolaan pupuk subsidi langsung oleh badan usaha milik desa (bumdes).

“Sebelumnya dikelola oleh toko pribadi milik warga. Kemudian atas permintaan petani dikelola oleh bumdes,” jelas Kades Yuhari.

Toko tersebut membawai lima desa. Akibatnya, petani dari Desa Ngasem sering tak kebagian. Agar petani dapat mendapatkan pupuk tersebut, akhirnya pengelolaannya dipegang Bumdes Prestasi Tani.

“Kebetulan ketua bumdes ini memiliki relasi dengan distributor pupuk,” imbuhnya.

Sistem bumdes dengan kartu tani ini diajukan pada 2021. Kemudian mulai berjalan tahun berikutnya. Sebelumnya, pemdes megumpulkan petani dan penggarap sawah. Mereka diberi sosialisasi. Semuanya dilakukan secara transparan.  Karena pupuk ini adalah persoalan sandang pangan warga desa yang kebanyakan petani.

Setelah pupuk subsidi dikelola oleh bumdes, kini petani di Desa Ngasem tidak kesulitan mendapatkan pupuk. Bahkan, dengan kartu tani itu mereka menjadi tahu jatah pemakaian pupuk dalam satu tahun.

“Jatah pupuk inikan sesuai dengan luasan tanah yang digarap. Sehingga bisa teliti dan sesuai penggunaannya,” kata Yuhari.

Fungsi bumdes adalah sebagai pengontrol. Agar penggunaan pupuk sesuai. Sehingga semua petani dapat kebagian. Kartu tani ini dibawa petani mengambil pupuk subsidi. Di kartu tersebut terdapat kolom pengambilan pupuk.

Pengambilan dilakukan saat waktunya pemupukan. Jika belum waktunya memupuk disarankan tidak mengambil. Sebab pasokan pupuk subsidi ini dilakukan secara bertahap, tidak dikirimkan sekaligus.

Selain megelola  pupuk subsidi, Bumdes Prestasi Tani juga menyediakan kebutuhan pertanian lain. Mulai dari benih hingga berbagai macam pupuk. “Sebab sulit untuk membangun bumdes untuk berjalan kami harus berpikir bisnis apa yang  bisa jalan,” jelas Yuhari.

 Baca Juga: Sekolah Ini Masukkan Belajar Alquran Jadi Bagian Kurikulum Pendidikan

Jutaan Rupiah dari Sedekah Rosok

 

Pemdes Ngasem punya program bagus yang bernama ‘Sedekah Rosok’. Yaitu, mengumpulkan barang bekas milik warga. Kemudian menjualnya untuk mendapatkan dana segar. Uang inilah yang nantinya disalurkan kembali ke warga.

“Setahun sekali diberikan kepada anak yatim. Kepada warga yang keluarganya meninggal,” terang Kades Yuhari.

Program ini sudah berjalan delapan kali. Sekali putaran bisa menghasilkan Rp 4 juta hingga Rp 5 juta.

Yuhari bercerita, ‘Sedekah Rosok’ berawal dari permasalahan pengolahan barang bekas milik warga. Ide itupun muncul. Respon warga juga sangat bagus. Itu terlihat dari tingginya partisipasi warga. Saat pengambilan, banyak yang ikut berkeliling.

Ketika waktunya penyerahan, warga antusias mengumpulkan barang bekas miliknya. Saat mobil pikap pengangkut datang, mereka sudah menunggu di depan rumah dengan karung berisi barang tak terpakai.

Barang rosok yang dikumpulkan beragam. Kebanyakan adalah sisa kemasan dari plastik. Tapi, sering pula peralatan elektronik yang sudah rusak.

“Setelah dikumpulkan rosok tersebut kemudian dipilah,” kata Yuhari.

Kebetulan di Desa Ngasem terdapat tempat penampungan rosok. Sehingga sudah ada tenaga khusus yang memilah.

Tidak hanya mengumpulkan barang, sedekah rosok ini juga mengumpulkan minya goreng bekas. Hanya saja saat ini minyak goreng jelantah tersebut hanya dikumpulkan saja. Ke depannya, minyak tersebut akan dikelola secara khusus.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kesehatan jiwa #posyandu #Desa Ngasem