Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Glodok di Kandat Kediri Tidak Pernah Mengering meski Musim Kemarau

Emilia Susanti • Selasa, 19 Desember 2023 | 17:58 WIB

 

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Bisa dibilang, mata air ini cukup tersembunyi. Lokasinya berada di tengah persawahan dengan akses jalan setapak. Namun, siapa sangka mata air ini justru menyimpan potensi sumber daya yang besar. Airnya terus mengalir meski sumur-sumur sekitar nyaris kering. Dampak kemarau panjang.

Sumber Glodok terletak di area persawahan Desa Ngreco, Kecamatan Kandat. Untuk mencapai mata air ini, harus terlebih dahulu melewati rumah-rumah warga. Hanya ada jalan kecil di antara rumah-rumah yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Belum lagi, untuk ke sana masih harus berjalan melewati sawah-sawah warga.

Pengunjung harus lebih dahulu berjalan melewati pematang sawah sejauh lebih kurang 200 meter. Di antara sawah-sawah tebu dan cabai itu terdapat sebuah mata air yang sangat alami.Mata air di sana muncul dari celah batuan. Melalui tiga bilah bambu, air memancar bagai air terjun keci. Mengalir di antara batu-batu kali berukuran besar. Tak banyak yang tahu ada oase di tengah persawahan tersebut.

“Dulunya ini malah seperti air terjun. Biar lebih mudah dipakai, akhirnya diberi bambu itu,” ujar Agus Salim, warga setempat.

Baca Juga: Rumah Warga Desa Puhjarak Plemahan Kediri Ludes Terbakar

Debit airnya pun terbilang besar. Di musim kemarau seperti saat ini, mata airnya tetap deras mengalir. Bahkan, menjadi tumpuan warga sekitar yang beberapa waktu lalu sempat kesulitan air.

“Kemarin waktu kemarau belum ada hujan sama sekali, beberapa sumur warga kan ada yang hampir kering. Jadi banyak yang ke sini untuk ambil air,” imbuhnya.

Meski banyak dikunjungi warga, mata air itu dibiarkan tetap alami. Tidak ada bronjong atau plengsengan. Aksesnya pun masih sangat sederhana. Yakni, dengan batu-batu yang disusun sebagai pijakan. Yakni untuk turun menuju ke mata air.

“Yang ngerumat (merawat, red) nggak ada. Paling ya kesadaran warga saja yang ke sini sambil bersih-bersih,” sambungnya. Alhasil, kawasan sekitar mata air ini dipenuhi semak belukar. Beberapa warga yang ke sana sesekali membersihkan rumput-rumput yang sudah terlalu tinggi.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Berita terabru #kediri keren #kediri lagi #sumber air