Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sendang Tirta Kajar di Plosoklaten Kediri Menjelma Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat saat Hari Besar

Ayu Ismawati • Selasa, 12 Desember 2023 | 17:03 WIB

 

RINDANG: Sendang Tirta Kajar sering digunakan untuk kegiatan masyarakat saat hari-hari besar.
RINDANG: Sendang Tirta Kajar sering digunakan untuk kegiatan masyarakat saat hari-hari besar.

Selain untuk pengairan dan sarana rekreasi, mata air ini juga berperan besar menopang relasi sosial-budaya masyarakat. Salah satunya, jadi tempat berkumpul warga dan pusat kegiatan masyarakat. Khususnya saat hari-hari besar.

Keberadaan Mata air yang terletak di Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten ini relatif dekat dengan masyarakat. Saat hari-hari besar, kawasan ini menjelma menjadi pusat aktivitas masyarakat. Secara tidak langsung, ikut ‘menghidupkan’ kawasan mata air seluas lebih kurang 200 meter persegi itu.

“Seperti waktu 17-an (perayaan HUT RI pada 17 Agustus, red) kemarin diadakan mancing bareng. Semua boleh ikut, gratis. Asal warga Desa Klanderan,” ujar Hari, warga setempat.

Diakui Hari, kegiatan seperti itu tidak hanya mengajak masyarakat dekat dengan mata air. Juga turut menjaga rasa guyub rukun antarwarga. Kegiatan serupa kerap kali dilaksanakan di sana. Sebut saja di momen Sura atau tahun baru.

“Kalau ada yang dapat ikan paling besar biasanya dibeli lagi sama Pak Lurah. Nanti dilepas lagi. Biar tetap hidup di sana,” kenangnya menceritakan salah satu tangkapan ikan seberat 30 kilogram yang harus dilepas lagi ke sumber.

Mata air yang konon dinamai dari tanaman Talas Kajar yang dulu banyak ditemui di sana itu kini terbilang lestari. Pengembangan ke arah wisata berjalan beriringan dengan upaya konservasi di sana.

Salah satunya upaya penanaman pohon yang sedikit demi sedikit terus dilakukan. Tak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan mata air saja. Melainkan juga mengantisipasi bencana. Seperti banjir dan longsor.

“Ini juga rencananya mau dikasih tanaman di jalan masuk yang menurun itu. Biar nggak longsor kalau hujan. Soalnya kan sumbernya memang di bawah jalan,” ucap Sumirah, warga setempat.

Kawasan mata air itu memang jauh lebih rendah dari jalan raya. Alhasil, saat diguyur hujan, limpahan air dari aspal jalan raya pasti mengalir ke kawasan sumber. “Makanya dikasih tanaman biar tanahnya nggak habis terbawa air hujan,” tandasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #mata air #alam