Bagi Heylin, kesempatan tak datang dua kali. Maka, begitu mendapat kesempatan menjadi duta lalu lintas, dia langsung mengiyakan. Apalagi, peran seperti itu sudah dia idam-idamkan sejak lama.
Di benak Heylin Erlingga, menjadi Duta Lalu Lintas Polres Kediri Kota adalah impian lamanya. Yang sudah dia idam-idamkan sejak setahun terakhir. Meskipun dara 18 tahun ini tak tahu bagaimana mewujudkannya.
Maka, ketika pembinanya di Panji-Galuh menunjuk dirinya menjadi Duta Lantas Heylin langsung mengiyakan. Tak pernah berpikir dua kali.
“Meskipun persiapannya serba dadakan,” aku pelajar di SMA Negeri 4 Kota Kediri ini.
Mengapa dia yang ditunjuk sebagai Duta Lalu Lintas Polres Kediri Kota? Itu tak terlepas dari statusnya sebagai Duta Wisata Kota Kediri. Ya, sebagai duta wisata, maka dia pun mendapat kepercayaan memegang peran itu.
Memang, perjalanan Heylin bermula dari kontes Panji-Galuh, ajang pemilihan duta wisata Kota Kediri. Saat itu dia masih duduk di kelas X. Usianya juga baru 16 tahun.
“Waktu itu saya jadi kontestan paling muda,” kenang dara kelahiran 24 Oktober 2005 ini.
Serangkaian seleksi pun dia jalani. Hingga akhirnya mampu menembus top five di ajang yang berlangsung pada 2022 itu. Meskipun gagal merengkuh predikat Galuh namun Heylin mampu menyabet status sebagai Duta Wisata. Dengan masa tugas hingga 2024.
Entah mengapa, ketika terpilih jadi duta wisata itu, bayangan menjadi duta lalu lintas ada di benaknya. Satu peran yang telah dia impikan sejak tahun lalu.
“Aku bilang ke mama, Ma aku pengen jadi duta lantas, gimana ya caranya?” kenangnya ketika menyampaikan keinginan itu ke sang bunda.
Memang, saat keinginan muncul dia tak tahu cara mewujudkan. Sebab, memang tak ada seleksi untuk menjadi duta lantas. Sang mama pun merespons dengan memintanya berdoa.
Ternyata, doanya terkabul. Impian itu terwujud. Pembinanya di Panji-Galuh menelponnya. Mengabarkan bahwa dia ditunjuk menjadi Duta Lantas Polres Kediri Kota. Dan harus segera bersiap mengikuti ajang pemilihan tingkat provinsi di Polda Jatim.
Tak ada kata lain kecuali siap yang diucapkan Heylin. “Karena kesempatan tak datang dua kali,” akunya.
Perjuangan mengikuti seleksi di tingkat Jatim juga tak mudah. Dia hanya punya waktu sehari untuk mengurus semua persyaratan administrasi. Sabtu malam diberitahu, Senin pagi sudah harus bertolak ke Surabaya.
“Padahal hari itu pas UAS (ujian akhir semester, Red). Partner saya juga,” ceritanya.
Praktis, dengan persiapan singkat, dia hanya bisa belajar sepanjang perjalanan saja. Bersama dengan polisi yang mengantarnya. Waktu yang sempit itu dia gunakan juga untuk menyusun teks story telling saat ajang penampilan bakat.
“Saya bikin cerita tentang tahu. Penampilannya hari Selasa. Jadi saya bener-bener hafalin itu Senin malam jam sepuluh sampai jam satu,” ungkapnya.
Waktu yang menurutnya serba dadakan pun menjadi tantangan tersendiri. Meski merasa lelah, dia tak ingin menyerah. Karena itu adalah kesempatan emas baginya.
“Ini pengalaman yang tak terlupakan,” ucapnya.
Penobatannya sebagai Duta Lantas memang terbilang baru, namun sudah banyak hal yang hendak dia lakukan. Salah satunya dia ingin memberikan sosialisasi kepada para remaja sepantarannya. Agar peduli terhadap peraturan lalu lintas. Seperti selalu memakai helm. Serta tak berboncengan lebih dari dua orang saat mengendarai motor.
“Sekolah saya kan jalannya berbahaya, dekat juga dengan perlintasan kereta api. Jadi pengen ngasih tau kalau mau lewat (perlintasan kereta) tengok kanan dan kiri dulu. Terus mau ngajak warga sekitar agar ada yang ngejaga perlintasan,” urainya saat menjabarkan angan-angannya.
Menariknya lagi, ternyata Heylin bercita-cita menjadi polisi wanita (polwan). Dia pun berharap hal itu bisa dicapai seperti halnya impiannya menjadi Duta Lantas yang kini sudah diraihnya. Demi mewujudkan hal itu, Heylin pun sudah mempersiapkan dari sekarang.
Sehingga, bisa dikatakan masa muda Heylin dipenuhi dengan segudang aktivitas yang positif sekaligus produktif. Baginya, masa depannya harus mulai dipikirkan mulai dari sekarang. Lebih-lebih keluarga juga memberi dukungan penuh.
Editor : Anwar Bahar Basalamah