Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Sirahnggolo di Ngancar Kediri Sepi setelah Pandemi, Kini Jadi Tempat Mancing

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 30 November 2023 | 16:31 WIB

 

 

TENANG: Pengunjung sedang memancing di Sumber Sirahnggolo Desa Jagul, Ngancar.
TENANG: Pengunjung sedang memancing di Sumber Sirahnggolo Desa Jagul, Ngancar.

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara hingga tahun lalu juga berdampak signifikan bagi mata air ini. Kini, Sumber Sirahnggolo cenderung sepi. Tak seramai sebelumnya saat masih banyak pengunjung yang bertandang ke sumber air tersebut. 

Secara kasat mata, Sumber Sirahnggolo punya banyak potensi. Secara geografis, mata air ini terletak tak jauh dari Gunung Kelud. Yang kini juga dikenal sebagai salah satu wisata unggulan Kabupaten Kediri. Untuk menuju ke sana pun tidak sulit. Aksesnya mudah dan bisa diakses kendaraan roda dua hingga empat. Bahkan, mata air ini berada tepat di tepi jalan alternatif yang menghubungkan antardesa.

Dari sisi ekosistem, kawasan mata air ini kaya akan vegetasi yang beragam. Pohon ficus berukuran besar dan tanaman merambat memenuhi kawasan seluas lebih dari 100 meter persegi itu. Bisa dibilang, memasuki kawasan Sumber Sirahnggolo bagaikan masuk ke miniatur hutan hujan. Meski lokasinya berada di tengah Desa Jagul, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

“Sumber airnya besar. Jadi meski kemaraupun tetap banyak airnya. Mungkin karena pohon-pohonnya juga yang masih rimbun,” ujar Marji, warga setempat.

Di beberapa titik, kedalaman air bahkan mencapai tiga meter. Itu dengan kondisi air yang tetap dibiarkan mengalir menuju saluran hingga ke area persawahan. Di beberapa lokasi, air terus mengalir lewat belik-belik yang tersebar di luar sumber utama.

“Di sini itu air ‘murah’. Ngebor enam meter saja sudah keluar airnya,” imbuhnya soal pemanfaatan air dari Sumber Sirahnggolo yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat di hilir.

Menurut pria parobaya itu, mata air tersebut semakin sepi. Itu setelah pandemi melanda dan berdampak bagi perekonomian di sana. Jika sebelumnya kawasan itu ramai oleh pengunjung, kini tinggal pemancing saja di sana.

“Dulu sering dipakai berenang sama mancing. Tapi mancingnya dijadwal. Sekarang tinggal sedikit yang biasanya mancing. Itupun mancing sisa-sisa ikan yang masih ada,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #pandemi #mata air #alam