Mata air ini punya beberapa julukan. Beberapa menyebutnya Sumber Tugurejo. Beberapa lainnya menyebut dengan Sumber Petuk Telogo Agung. Terlepas dari namanya, mata air ini menjadi tempat budidaya ikan yang tak jauh dari ikon Kabupaten Kediri.
Mata air ini hanya berjarak kurang dari 1,3 kilometer dari ikon Kabupaten Kediri. Tempat ini berada di sisi selatan Monumen Simpang Lima Gumul. Atau, di tepi Jalan Raya Tugurejo yang bisa diakses dengan melewati jalur exit monumen yang mengarah ke Pesantren. Atau, ke arah RSUD Simpang Lima Gumul (SLG).
Untuk mengakses mata air ini pun tidak sulit. Lokasinya tepat berada di tepi jalan raya. Praktis, mata air ini tak ubahnya seperti ruang terbuka hijau yang berada strategis di tengah perkotaan.
“Ini baru dibangun. Sekarang dibuat tempat mancing saja,” ujar Anis, warga setempat.
Perempuan berhijab itu mengingat kembali saat mata air ini belum dibangun seperti sekarang. Saat ini, mata air yang terletak di Desa Tugurejo itu rapi. Tepi-tepinya sudah diberi pengaman berupa bronjong. Pun dengan jalan-jalan setapak yang sudah dibangun.
“Dulu ramai buat orang berenang juga. Sekarang sepi. Soalnya sudah nggak boleh dipakai berenang sejak dikasih ikan,” imbuhnya.
Ratusan –atau bahkan ribuan—ikan memang memenuhi mata air itu. Kawasan sumbernya terbagi menjadi beberapa bagian. Seluruhnya difungsikan sebagai tempat budidaya ikan.
“Orang-orang yang urunan buat beli benih ikan dan disebar. Terus nanti dipancing sendiri. Tapi yang boleh dipancing hanya dari kolam yang di pinggir,” sambungnya, sambil menunjuk ke arah kolam yang berada di luar kolam utama. Di kolam itu terdapat ratusan ikan jenis patin, nila, dan wader. Ukurannya pun beraneka ragam, mulai kecil hingga besar.
Sayangnya, tak banyak pohon besar di kawasan mata air ini. Hanya ada satu yang berada tepat di pusat mata air. Adapun ikan tidak hanya dibudidayakan di mata air utama, melainkan juga di hilirnya lewat kolam-kolam yang dibangun di sana.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah