Sumber Dlopo tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat mandi dan berenang. Mata air ini juga punya fungsi lain. Lewat saluran yang terletak di hilir mata air, warga kerap mencuci baju dan karpet.
Di saluran selebar kurang dari dua meter itu, warga berjejer rapi di tepi. Mereka nampak asyik dengan aktivitasnya. Yakni mencuci pakaian. Bahkan, tidak hanya pakaian. Ada pula orang yang mencuci karpet. Tak ayal, saluran yang memanjang itu sudah ramai sedari pagi buta.
“Setiap hari warga pasti ada yang mencuci di sana. Karena memang kalau cuci-cuci, tempatnya di sana. Nggak boleh di dalam sumber,” kata Siti Aminah, warga setempat.
Warga tak ragu mencuci segala jenis pakaian di sana. Lantaran airnya yang dianggap bersih. Di sana –meski kemarau sekalipun—airnya terus dibiarkan mengalir. Pun dengan air yang terus muncul. Debitnya cukup besar di kawasan tersebut.
“Bahkan dulu pernah disebar benih ikan. Tapi habis karena kebawa air semua. Karena memang nggak pernah ditutup (dibendung, red),” tuturnya.
Mata air yang terjaga itu tidak terlepas dari di sana. Sumber yang terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem itu masih memiliki pohon-pohon besar. Seperti Pohon Bendo, Kepuh, dan Abar.
Kawasan itupun agaknya memang dikembangkan sebagai objek wisata. Berbagai warung berjejeran. Suasana yang asri ditambah air yang jernih membuat pengunjung makin betah.
“Yang jualan juga orang-orang sekitar sini aja,” pungkasnya terkait mata air yang berada tak jauh dari kantor Pemerintah Kabupaten Kediri itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah