Sumber Panguripan punya peran penting bagi warga setempat. Mereka bergantung pada mata air ini. Sayang, debit airnya semakin berkurang, terutama selama kemarau ini.
Meski selama bertahun-tahun sudah menjadi tumpuan warga setempat, tidak selamanya air dari sumber ini bisa memenuhi kebutuhan mereka. Seiring berjalannya waktu, perubahan debit air dari Sumber Panguripan sering terjadi. Terlebih selama musim kemarau panjang seperti saat ini.
Kemarau ekstrem yang terjadi membuat debit air Sumber Panguripan berkurang signifikan. Pohon-pohon di area mata air banyak yang mati. Padahal, fungsi pohon itu sangat penting bagi kelestarian sumber.
“Kuncinya itu pohon. Semakin rindang, semakin padat, maka sumbernya juga semakin besar,” kata Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Pojok Suwoto.
Kawasan lereng Gunung Klotok yang terletak di Dusun Ngesong, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan itu memang tak seluruhnya ditanami pohon. Sebagian nampak gersang. Bahkan, banyak vegetasi di atas mata air mengering dan mati.
“Airnya sekarang nggak sebanyak dulu,” sambung Kepala Dusun Ngesong Dio Solianto.
Akibat debit air yang berkurang itu, sedikitnya 270 jiwa di dua lingkungan rukun tetangga (RT) harus beradaptasi. Salah satunya, dengan bergantian memanfaatkan air dari sumber yang disalurkan lewat pipa-pipa ke rumah warga.
“Pakainya gantian. Jadi dijatah. Misal pagi sampai sore ke arah selatan. Terus malam mulai pukul sembilan ke timur. Itu ke arah atas,” urainya.
Dua wilayah itu menurut Dio yang paling membutuhkan pasokan air dari sumber. Yakni, lingkungan yang berada di dataran tinggi dan jarang sekali memiliki sumur bor sendiri. Untuk punya sumur bor, warga harus mengebor sampai kedalaman rata-rata 100 meter.
“Itu pasti butuh biaya yang banyak. Kalau enggak orang kaya ya nggak mampu,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah