Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Masuk Timnas Sepak Bola U-23 Amputasi, Inilah Sosok Remaja Asal Puncu Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 9 November 2023 | 16:30 WIB
Photo
Photo

Disabilitas bukan menjadi penghalang Ilham berprestasi. Sebaliknya, menjadi pelecut semangat. Hingga dia mampu menembus skuad tim nasional sepak bola U-23 amputasi. 

Remaja pria keluar dari rumahnya, di Desa Tertek, Kecamatan Puncu, malam itu. Lengannya mengapit kruk. Menopang tubuhnya agar bisa berjalan dengan sempurna. Maklum, kaki kiri sang remaja sedikit cacat. Mengalami kelumpuhan sejak lahir.

Toh, kondisi itu tak membuat Ilham Zamzami-nama sang remaja-kesulitan melangkah. Dia masih lincah berjalan. Bahkan, cenderung sat set. Seperti orang yang berkaki normal. 

“Saya bangga sekali mengenakan jersey timnas ini,” ucapnya, ketika duduk di serambi rumah. Tangannya menggosok-gosok logo burung garuda di dada kiri kaos berwarna putih itu.

Ya, saat itu Ilham memang mengenakan seragam timnas. Bukan sekadar jersey untuk para suporter. Namun, lengkap dengan nomor 23 yang terpasang di punggung. Ya, itu memang jersey Ilham karena dia tergabung dalam Tim Nasional Indonesia Sepak Bola Amputasi U-23. 

Photo
Photo

Rasa bangga tersebut tak dapat dia sembunyikan. Setiap bercerita, Ilham selalu melakukannya dengan tersenyum. Matanya juga berkaca-kaca. Wajar, sejak kecil dia memiliki cita-cita menjadi pemain bola. Kondisi disabilitas pun tak menyurutkan semangatnya. Hingga dia terpilih masuk skuad Garuda, meskipun diembel-embeli amputasi. Karena timnas ini memang berisi para pemain disabilitas.

Perjalanan karirnya pun tak bisa dianggap mudah. Hingga usia 17 tahun, Ilham masih bermain amatir. Tak memiliki klub atau sekolah sepak bola (SSB) yang menaungi. Alasannya adalah karena sepak bola amputasi tak seterkenal sepak bola konvensional. Di Jawa Timur saja, jumlah klub sepak bola amputasi masih bisa dihitung dengan sepuluh jari.

“Bahkan di Kediri belum ada,” tambah remaja berusia 18 tahun ini.

Beruntung, orang tuanya-pasangan Wahyu Aprilianto dan Umiyati-juga pantang menyerah. Mereka mencari sebanyak mungkin informasi terkait klub sepak bola amputasi di Jawa Timur. Dengan tujuan agar anaknya bisa memiliki wadah untuk mengembangkan bakat.

Lalu, di Juli 2022, sang ayah menemukan klub sepak bola amputasi dari Kota Surabaya. Yaitu Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya atau PERSAS. Saat itu juga, Ilham ikut seleksi. Dan, langsung diterima.

Begitu bergabung Ilham langsung nyetel. Didapuk menjadi pemain utama dengan posisi striker. Tak lama kemudian, di Desember, sudah mengikuti Piala Menpora 2022 untuk sepak bola amputasi. Di kejuaraan profesionalnya yang pertama itu Ilham langsung mengantar klubnya menyabet posisi runner up.

“Bisa langsung nyetel karena memang dari dulu latihannya sama anak-anak normal,” sambung siswa kelas 12 MAN 4 Kediri tersebut.

Aksi Ilham di lapangan memantiknya ikut seleksi timnas yang berlangsung Juni lalu. Seleksi pertama yang digelar di Kota Jogjakarta, Ilham lolos. Begitu juga dengan seleksi kedua yang dilakukan di Jakarta.

Setelah lolos, dia langsung mengikuti training center (TC) selama tiga minggu. Disiapkan untuk mini kompetisi antara timnas Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh. Event ini berlangsung di Malaysia.

Ilham dkk mampu menang dengan mudah. Menang di tiga pertandingan yang digelar. Yaitu melawan Timnas Senior Malaysia, Timnas U-23 Malaysia, dan Timnas Senior Bangladesh.

“Lolos timnas U-23 dan berangkat ke Malaysia itu jadi pengalaman saya yang paling luar biasa,” tambah pemain yang mengidolakan Cristiano Ronaldo ini.

Tapi, impiannya belum tuntas. Masih ada lagi yang ingin dicapai. Yaitu, ingin tembus ke skuad senior. Bertekad bisa bermain di Piala Asia sepak bola amputasi 2024 dan Piala Dunia amputasi 2026. 

“Mulai sekarang akan lebih giat berlatih. Karena target saya ingin main di piala dunia,” ucapnya menegaskan tekad besarnya. Ingin menembus piala dunia seperti impiannya selama ini.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#amputasi #sepak bola #pemain timnas #disabilitas