Seperti namanya, sumber air ini berada di bawah jajaran pohon kepuh. Keberadan pohon-pohon besar itu juga membantu memastikan supply air tetap terjaga. Terbukti, debit airnya tetap banyak. Meski terus mengalir untuk irigasi.
Tidak sulit untuk menuju ke mata air ini. Meski berada di kawasan persawahan, menjangkau tempat itu tak begitu sulit. Tak berjarak jauh setelah melintasi permukiman warga. Langsung bisa diakses baik oleh kendaraan roda dua maupun empat.
Kawasan mata air yang berada di Desa Joho, Kecamatan Wates itu terasa kontras dengan permukiman warga. Suasana sejuk langsung terasa begitu memasuki kawasan yang dipayungi pohon-pohon besar itu. “Biasa dipakai mandi sama pengairan sawah,” ujar Ponidi, warga setempat.
Lansia itu pun acap kali mengunjungi Sumber Kepuh. Karena senang dengan suasananya. “Adem,” ucapnya.
Dengan banyaknya pohon-pohon besar, mata air itu juga tak pernah mengering. Air terus mengalir. Termasuk dari sumber utama yang berada di ujung kawasan sumber. Di mana terdapat sebuah bangunan melingkar sebagai jalur air keluar dari tanah.
“Kalau musim hujan pun ya tetap segini airnya. Karena kan di sana juga nggak ditutup,” terang Ponidi.
Karena airnya terus mengalir, sumber ini pun nampak jernih. Meski terdapat banyak sampah-sampah daun yang berjatuhan, namun airnya terbilang jernih. “Makanya banyak yang mandi di sini. Seperti itu anak-anak pulang sekolah pada berenang. Lagi pula airnya paling hanya sepinggang orang dewasa,” tandasnya.
Sementara itu, nampak sejumlah anak-anak yang berenang di kawasan Sumber Kepuh. Tak hanya berenang, juga menjaring ikan-ikan kecil yang hidup bebas di sana. Tentunya dengan alat sederhana.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah