Sumber Kartosari terletak di pelosok desa. Di tengah permukiman dan persawahan. Tak ayal, keberadaannya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Salah satunya mandi dan cuci baju yang sudah sejak dahulu jadi rutinitas di sana.
Pagi menjelang siang di kawasan Sumber Kartosari hampir tidak pernah sepi. Paling tidak orang bergantian datang dan pergi di mata air yang berada di Desa/Kecamatan Kandat itu. Mereka datang sembari membawa setumpuk pakaian kotor. Beberapa diangkut dengan sepeda kayuh.
Sumber Kartosari sejak dulu selalu dimanfaatkan warga setempat. Tidak hanya untuk mencuci pakaian saja, tapi juga berenang. Soal berenang di sumber air, justru kebanyakan anak-anak yang bermain air di sana.
“Kalau siang ramai sekali anak-anak mandi di sini. Kalau pagi kebanyakan nyuci-nyuci,” ujar Soni Rahman, 74, warga sekitar.
Di sana, sumber airnya sudah diberi bangunan pengaman di sekelilingnya. Bangunan plengsengan dipasang mengelilingi kawasan sumber seluas lebih kurang 80x4 meter itu. Air di dalamnya jernih dengan dasar sumber yang berupa pasir. Sehingga, beragam ikan yang hidup di mata air itu bisa nampak dengan jelas.
Hanya saja, terdapat peringatan jelas di kawasan mata air itu. Yaitu siapapun dilarang mengambil ikan dengan cara apapun. Sebab, menurut penuturan warga, ikan berbagai jenis itu secara sukarela disebar oleh masyarakat. Tujuannya untuk ‘menghidupkan’ mata air.
“Kalau di sini enaknya bisa melihat ikan-ikan. Suasananya juga adem. Kalau di rumah kan gerah siang-siang begini,” imbuh Soni yang berkunjung bersama cucunya yang masih balita itu.
Meski secara khusus belum ada pengembangan, namun mata air ini cukup terawat. Terdapat pintu air di ujungnya. Pun dengan saluran air yang juga telah diberi bangunan pengaman. Melalui saluran itu, air dari Sumber Kartosari mengalir jauh memenuhi kebutuhan irigasi pertanian sekitar.
“Meskipun pintu airnya ini dibuka terus juga gak pernah habis airnya. Selama ini gak pernah mengering,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah