Mata air ini dijuluki Sumber Tapan. Penamaannya tak lepas dari rutinitas yang sering dilakukan di sana dahulu kala. Seiring berjalannya waktu, terjadi pergeseran fungsi dari sumber air ini.
Secara fungsi, ada perubahan signifikan di kawasan Sumber Tapan. Dulunya, mata air yang terletak di Desa Joho, Kecamatan Wates ini dikenal sebagai tempat orang melakukan rutinitas spiritual. Sebab itu lah, sumber ini dijuluki Sumber Tapan.
“Karena dulu di sini banyak orang tapan (bertapa). Nggak tahu siapa, sudah sejak dulu katanya sering ada orang bertapa,” ujar Anjarwati, warga setempat.
Selain itu, dahulu sumber yang berada di tengah persawahan tebu itu rutin dikunjungi warga. Tujuannya untuk sekedar mandi atau mencuci pakaian. Tradisi itu pun diakui Anjarwati kian langka ditemui di sana.
“Biasanya kalau dulu orang sini nyuci di atas batu-batu. Sekarang batunya saja sudah nggak ada. Dan sudah banyak yang punya sumur air sendiri mungkin ya,” imbuh perempuan 45 tahun itu.
Menurut Anjarwati, fungsi mata air di sana memang kini kian bergeser. Pergeseran fungsi itu mulai dirasakan semenjak dibangun bangunan pengaman atau bronjong di area mata air. Kawasan itu pun semakin ramai dengan pengunjung.
Yang paling kentara adalah kawasan sumber yang kini dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi murah. Tanpa tiket masuk dan uang parkir. Pengunjung bisa menepi di sana untuk sekedar duduk-duduk. Mandi di sumber yang airnya tidak terlalu dalam. Terlepas dari itu, pemanfaatannya sebagai irigasi pertanian juga tetap berjalan.
“Ramai sama anak-anak kecil biasanya setiap pulang sekolah banyak yang mandi di sini. Atau tiap minggu dan hari libur juga lumayan ramai,” katanya lagi.
Selain itu, suasananya yang rindang banyak dimanfaatkan orang yang melintas untuk beristirahat. Sedikitnya ada empat warung yang didirikan di sana. “Swadaya semua yang punya warung. Yang penting jualan di sini tetap jaga kebersihan. Pedagang-pedagang juga yang setiap hari bersih-bersih di sini,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah