Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Jambangan di Wates Kabupaten Kediri Tak Pernah Kering meski Musim Kemarau

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 18 Oktober 2023 | 16:30 WIB

 

ASRI: Pengunjung menikmati wahana permainan air di Sumber Jambangan yang berada di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates.
ASRI: Pengunjung menikmati wahana permainan air di Sumber Jambangan yang berada di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates.

Sumber ini berada di Desa Tempurejo, Wates. Namanya adalah Sumber Jambangan. Tak seperti kebanyakan sumber di Kabupaten Kediri. Sumber ini tak pernah mengering meski musim kemarau.

Debit air di Sumber Jambangan tak pernah surut. Tak peduli musim. Debit air di sumber ini selalu melimpah. Hingga akhirnya dimanfaatkan untuk destinasi wisata. Mengingat suasananya sangat mendukung.

“Sumber Jambangan ini mulai menjadi tempat wisata pada tahun 2019. Dengan tema wisata edukasi alam,” terang Ketua Pokdarwis Desa Tempurejo, Kecamatan Wates Sthefani Geby Arsita Devi.

Tempat ini merupakan kawasan lindung sumber air. Luasnya mencapai sekitar 4,2 hektare. Sedangkan luas bendungan sekitar 1 hektare. Dengan memiliki sebuah bangunan berupa dermaga dan pulau kecil yang berada di tengah-tengah bendungan.

Pada awalnya, sumber ini hanya berupa mata air biasa. Kemudian oleh masyarakat setempat dibuatkan bendungan untuk dijadikan irigasi pertanian. Kini, Sumber Jambangan telah berubah menjadi objek wisata. Berupa kolam yang bisa dikunjungi oleh para pengunjung.

Sebelum ramai dikunjungi orang seperti sekarang, sekitar sumber ini hanya hutan dan semak belukar. Ditambah tanaman yang tumbuh secara liar. Jangankan wisatawan, masyarakat sekitar saja enggan mampir.

“Dulu tempat bagian kuliner ini semacam rawa-rawa. Ada air yang menggenang,” kenangnya.

Agar dapat dimanfaatkan, akhirnya dilakukan pengerukan. Sehingga lokasi tersebut tidak tergenang. Selain itu, pokdarwis juga membersihkan semak-semak. Tanpa melakukan pemotongan pohon. Karena tidak ada pemotongan pohon, vegetasi di sana masih terjaga.

Pengelola berkomitmen untuk melestarikan alam. Sebagai tempat wisata, mereka tidak lupa untuk menjaga kondisi sekitar. Setiap satu tahun sekali, dilakukan reboisasi di sana.

“Setelah area waduk dibersihkan, kemudian dilakukan pembuatan warung,” kata ibu dari dua anak ini. Namun warung yang dibuat tidak sebesar saat ini, hanya berupa warung kecil. Dan itu mulai membuat masyarakat mulai berminat datang.

Pengelola juga menambahkan beberapa fasilitas pendukung. Seperti spot selfi yang bahannya digunakan dari bahan bekas. Dan berlanjut area camp, edukasi alam, hingga wahana air. Wahana air ini seperti kolam renang, namun juga perahu hingga sepeda air.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata #SUMBER #mata air #alam