TERDAPAT ratusan barang antik di warung kopi sederhana milik Yanuar Riyadi. Tepatnya di Kecamatan Pesantren. Barang-barang antik itu dipajang dan ditata dengan apik. Memenuhi setiap rak kayu yang berada di sana. Begitu masuk ke dalam Waroeng Baroe Lama itu, kita disambut berbagai koleksi Yanuar.
Uniknya, dekorasi barang antik di warungnya ini dikumpulkannya sejak 10 tahun yang lalu. Satu demi satu. “Sambil mendirikan warung kopi, juga terus mengumpulkan barang antik,” ujar Yanuar saat ditemui di warung kopi miliknya.
Bahkan, bangku dan kursi dalam warung itu pun terbuat dari kayu-kayu tua. Gaya dekorasi klasik membuat warung kopi itu memiliki nuansa unik. Yakni bernuansa vintage yang terlihat aesthetic.
Barang-barang antik Yanuar antara lain adalah lampu-lampu gantung yang kuno. Ada pun lampu minyak gantung, kerangka televisi kuno, cangkir dan piring kuno, pajangan wayang, jam dinding, foto-foto kuno seperti foto pahlawan, buku-buku kuno, serta kaset lawas. Paling banyak ada kaset-kaset lawas yang juga dipajang rapi.
“Jenis kaset lawas ini yang diputar menggunakan tape recorder pada jamannya,” terang pria berusia 40 tahun itu.
Yanuar mengoleksi kaset-kaset lawas itu dengan ditata di rak kayu minimalis yang tertempel di dinding. Membuat kesan bagian dinding itu terasa antik. “Sekitar 200 kaset jumlahnya,” ungkapnya.
Kaset-kaset itu pun masih berfungsi. Tak hanya kaset lagu-lagu lawas seperti lagu Yngwie Malmsteen, Glenn Miller, Diego Modena, dan masih banyak lagi. Koleksi lainnya adalah serial cerita berbentuk kaset seperti Ultraman, Saur Sepuh, Cerita Voltus, dan lainnya. “Kaset-kaset itu keluaran sekitar tahun 1960, 1970, dan 1990,” tambahnya.
Pria yang merupakan warga asli Kota Kediri ini membeberkan alasan mengapa dia suka mengoleksi barang-barang antik sejak 10 tahun yang lalu. “Benda antik itu semakin lama, semakin banyak ceritanya,” ucapnya.
Meski tidak pernah tahu kisah awal siapa saja yang telah memiliki benda antik itu. Yanuar hanya merasa aura setiap benda antik terasa berbeda. Hingga hatinya selalu tergetar untuk menambah koleksi benda-benda antik.
Proses mendapatkan ratusan kaset klasik itu berasal dari masyarakat Kota Kediri yang hendak meninggalkan rumah. Atau yang sedang berpindah tempat tinggal. Yanuar menemukan kaset-kaset klasik itu berdasarkan informasi dari teman-teman dekatnya. Sebagian kaset-kaset itu murni diberi oleh orang. Sebagian lagi dibelinya dengan harga yang telah disepakati.
“Kalau mau dibeli, harganya Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu,” ungkap Yanuar sembari membenarkan posisi topi biru yang dipakainya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah