Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Sertu Abu Nur Arifin, Babinsa Milenial di Kediri yang Bina Anak Muda Geluti Industri Kreatif

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 13 Oktober 2023 | 17:59 WIB

 

TELATEN: Sertu Nur Arifin berbincang dengan sejumlah pemuda binaannya yang kini sukses menekuni ekonomi kreatif.
TELATEN: Sertu Nur Arifin berbincang dengan sejumlah pemuda binaannya yang kini sukses menekuni ekonomi kreatif.

Karang Taruna di Kecamatan Kota ini membuktikan tak hanya bisa bersih-bersih atau jadi panitia Agustusan saja. Mereka juga bisa mengadvokasi isu di masyarakat sekaligus tetap sejahtera. Semuanya tak lepas dari peran seorang babinsa bernama Sertu Abu Nur Arifin.

Mata Sertu Abu Nur Arifin berbinar. Nada suaranya gembira ketika menceritakan prestasi karang taruna binaannya. Berkali-kali sang tentara ini mengutarakan keterkejutannya. Tak menduga para pemuda binaannya bisa mencapai titik seperti itu.

“Saya sejak 2017 melihat teman-teman ini sudah mulai menata. Dan saya melihat potensi anak muda ini luar biasa. Ini harus diwadahi. Akhirnya kami support hingga dia meledak (berkembang pesat, Red) seperti sekarang,” terang pria yang berstatus sebaga bintara pembina desa (babinsa) di Kecamatan Kota, Kota Kediri ini.

Kreativitas remaja binaannya itu ditunjukkan dari produksi film panjang kedua yang sudah memasuki tahap post-production. Tahap akhir pasca-pengambilan gambar.

Ya, enam tahun sudah prajurit Koramil 0809 Kecamatan Kota itu mendampingi perjuangan remaja setempat. Mendobrak stigma karang taruna yang hanya muncul saat peringatan hari besar. Sebut saja saat jadi panitia 17 Agustus. Atau sekadar jadi petugas bersih-bersih lingkungan.

Dia pun mencoba memberi pendampingan. Agar para remaja itu punya dobrakan kreativitas. Wujudnya, salah satu, adalah dalam bentuk film.  Medium yang dirasa bisa lebih diterima banyak kalangan. Sebagaimana tujuan mereka, yakni menyampaikan pesan kepada banyak orang.

“Di satu waktu mereka bilang ingin membuat film yang mengangkat isu sosial saat ini. Saat itu saya bilang, kalau tujuannya sosial, saya dukung,” kenangnya.

Film berdurasi sejam yang diklaim satu-satunya produksi karang taruna di Kota Kediri itu pun meledak. Mengantarkan Abu mendapat penghargaan dari Kodam V Brawijaya. Bahkan, filmnya ditayangkan di depan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

“Kami ingin beri pesan edukasi kepada anak-anak muda. Bahwa mereka sudah seharusnya peka dengan sosial dan lingkungan. Harus kritis. Karena mereka juga yang nantinya akan jadi pemimpin kita,” imbuhnya.

Harianto, leader Karang Taruna Kecamatan Kota menambahkan, upaya-upaya menghidupkan kembali karang taruna lewat film memberikan dampak besar. Salah satunya bagi wajah kelompok pemuda ini yang tak lagi dipandang sebelah mata.

“Karena tujuan utama kami tetap agar keberadaan karang taruna bisa dirasakan oleh masyarakat. Jadi ada manfaatnya,” ujarnya.

Diakui Hari –sapaan akrabnya—karya film berjudul ‘PEKA’ yang digarap secara swadaya itu kian memacu semangat anak muda di wilayahnya. Mereka kini berlomba-lomba berkontribusi dalam kegiatan kepemudaan. Yang kini tak lagi dianggap kuno dan membosankan.

“Padahal kami dulu itu susah sekali mengumpulkan orang-orang untuk diajak ikut kegiatan,” imbuhnya. Dia berharap antusiasme yang tumbuh di kalangan anak muda, ikut menunjang ekonomi kreatif di Kota Kediri.

Hingga kini, produksi film oleh para sineas Karang Taruna Kecamatan Kota itu pun berkembang pesat. Bahkan, kian menyentuh ranah ekonomi kreatif lainnya. Seperti penyelenggaraan event dan content creator.

“Pada dasarnya karang taruna itu tidak profit-oriented (mengejar keuntungan materi, Red). Tapi kami berupaya mewadahi teman-teman yang memang mencari pemasukan. Salah satunya dengan melegalkan PEKA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif. Tapi tetap berasaskan sociopreneur,” harapnya.

Besar harapan mereka, upaya itu bisa menumbuhkan ekosistem kreatif di Kota Kediri. Lewat produksi film, para sineas ini ingin mendobrak stigma pemuda yang dianggap makin apatis. Bahwa ‘demo’ untuk menyuarakan isu sosial juga bisa dilakukan lewat film.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#karang taruna #milenial #Sosok #agustusan