Sumber Kweden memiliki air yang jernih dan terus mengalir. Tak ayal, sumber yang berada di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem ini jadi rujukan tempat berenang. Terutama ketika cuaca sedang panas-panasnya seperti saat ini.
“Byurrr...byurrr...byurrr...,” suara gebyuran air terdengar menggema di Sumber Kweden yang berada di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Suara tersebut terdengar dari empat anak kecil yang sedang berenang. Setidaknya sudah satu jam keempat anak kecil itu berenang di sumber.
“Kalau panas pasti renang disini. Biar adem,” terang Fadil Ramdani, bocah yang masih berusia 14 tahun.
Fadil mengatakan, dia sering berenang bersama anak-anak sekitar. Terutama ketika cuaca sedang panas-panasnya. Seperti kemarin. Ada beberapa hal yang menjadikan Sumber Kweden jadi tempat renang favorit. Salah satunya karena tidak ada tarif yang dipatok. Jika ingin berenang, Fadil selalu datang. Tinggal menceburkan diri. “Kalau sepulang sekolah sering mandi disini,” sambungnya.
Selain itu, Sumber Kweden juga tak begitu dalam. Hanya sekitar 80-100 cm saja. Alhasil, anak-anak di sekitar tak harus jago berenang. Selagi memiliki tinggi lebih dari itu, mereka dapat berenang dengan aman.
Lalu yang terpenting adalah kondisi sumber yang masih alami. Bahkan kondisi airnya sangat bening. Tanpa menggunakan alat bantu, para pengunjung dapat dengan mudah melihat dasar dari sumber. Ditambah airnya selalu mengalir. Meski di saat musim kemarau. “Disini juga iyup (sejuk, red). Banyak pohon yang rimbun,” tambahnya.
Terpisah, Sunardi, 44, salah seorang warga sekitar mengatakan jika Sumber Kweden memiliki banyak fungsi lain. Selain untuk tempat berenang, sumber tersebut juga menjadi pengairan untuk sawah sekitar. Airnya yang tak pernah surut membuat warga sekitar bergantung dengan sumber. “Karena di sekitar sini masih full sawah padi,” tandasnya singkat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah