Pengelola yang mayoritas anak muda itu melihat potensi besar dari mata air ini. Sayang, semangat mereka mengelola dan mengembangkan kawasan ini terkendala dana. Sumber Suko pun sedikit demi sedikit ‘dihidupkan’ lewat kegiatan-kegiatan swadaya dari masyarakat setempat.
SECARA fungsi, Sumber Suko memang diperuntukan bagi pengairan persawahan setempat. Namun, penduduk lokal yang mayoritas anak muda itu melihat potensi besar dari kawasan ini.
Kondisi sumber ini masih sangat alami. Penuh dengan pohon-pohon besar. Akses menuju Sumber Suko juga mudah. Letaknya tepat di tepi jalan desa. Yang bisa diakses baik roda dua maupun roda empat.
Andre Firdianto, salah satu pengelola Sumber Suko mengaku ada peningkatan pengunjung di sana. Terutama setelah adanya pendirian kafe dan tempat nongkrong. Padahal, kafe itu hanya berupa kotak container. Dirombak menjadi sebuah lapak. Berbagai minuman dan makanan ringan di jual di sana.
“Point interest kita sekarang memang pengunjung bisa ngopi di sini, santai dan tempatnya juga enak. Hitung-hitung bisa jadi tempat nongkrong yang asik untuk warga lokal,” ujar pria 31 tahun itu.
Dengan dana bantuan dari badan usaha milik desa (bumdes), Paguyuban Sumber Suko bisa mendirikan lapak itu. Pun dengan kursi-kursi dan meja. Pengunjung dapat duduk-duduk dan menghabiskan waktu di bawah rindang pepohonan besar. Tentunya, sembari menyeruput kopi.
Setelah kawasan lebih terawat, semakin banyak warga setempat yang punya opsi hiburan murah. Bahkan, bisa menggaet pengunjung dari luar desa untuk ikut ‘nongkrong’ di kawasan hijau tengah desa itu.
“Kita sebenarnya ingin menambah fasilitas di sini. Seperti kamar mandi atau gazebo. Tapi ya itu, kami masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan anggarannya,” akunya.
Gagasan pengembangan kawasan mata air itu diakui Andre terinspirasi objek wisata di daerah lain. Salah satunya Umbul Ponggok di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. “Kalau di sini, kita ingin konsepnya tetap alami. Karena secara vegetasi juga di sini menurut saya lebih unggul. Karena jenis pohonnya juga banyak,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah