Sumber Wungu menjadi salah satu sumber yang khas di Kecamatan Pare. Karena di bulan tertentu, akan banyak bunga bermekaran di sekitar sumber yang warnanya ungu. Hal tersebut yang lalu menjadi ide dari penamaan sumber itu.
“Di bulan tertentu akan banyak bunga berwarna ungu yang berguguran,” terang Rosik, 74, salah seorang penjaga sumber tersebut.
Menurut Rosik, fenomena ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Nyaris setiap tahun akan ada bunga bermekaran. Bunga dari jenis pohon Sonokeling itu tak berumur panjang. Karena hanya hitungan hari, bunga tersebut akan berguguran.
Bunga yang gugur tersebut berserakan di sekitar sumber. Alhasil ketika dilihat dari kejauhan akan terlihat berwarna ungu. Hingga warga setempat menamai sumber tersebut dengan Sumber Wungu. “Wungu sendiri bahasa jawa dari ungu,” terang Rosik.
Lalu kapan sumber tersebut akan berwarna ungu? Umumnya bunga di sumber yang berada di Desa Gedangsewu, Pare itu mekar saat pancaroba. Entah itu musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
Di saat itu, Rosik juga mengatakan akan banyak pengunjung yang datang. Tujuannya adalah untuk melihat kondisi sumber yang berada di area pemakaman tersebut.
Pada waktu bermekaran itu, akan banyak warga yang mengunjungi. Alasannya adalah karena penasaran. Namun ketika tak ada bunga, sumber tersebut akan kembali sepi. Pengunjungnya pun hanya hitungan jari. Hanya mereka yang ingin bersantai sembari menikmati suasana sejuk dari alam.
“Disini gratis. Jadi sering banyak yang kesini untuk bersantai atau tidur siang,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah