Melihat kondisi Sumber Rejosari cukup membuat hati miris. Karena selama musim kemarau, sumber tersebut mengering. Tak menyisakan air yang biasanya digunakan untuk mengairi sawah ketika penghujan.
Sumber Rejosari berada di Desa Darungan, Kecamatan Pare. Sumber ini kondisinya kini cukup miris. Lihat saja ketika musim kemarau. Aliran sumber airnya mengering. Sungai kecil di sekitar sumber tak ada airnya. Hanya terlihat sungai berpasir yang ditanami oleh rerumputan.
Kondisi semacam ini hanya terjadi saat kemarau. Karena di musim penghujan, sumber akan kembali terisi. Airnya akan mengalir. Membanjiri beberapa sungai kecil di sekitar sumber. “Kalau musim kemarau pasti kering. Sudah sejak dulu begini,” terang Jumali, 50, warga sekitar.
Jumali mengatakan, sumber yang berada di tengah area persawahan itu kurang terawat. Bahkan setiap tahun, satu per satu pohon di sekitar sumber habis. Entah itu disengaja atau tidak.
Hilangnya pohon di sekitar sumber yang ditengarai memengaruhi kondisi sumber. Hasilnya di setiap musim kemarau, sumber selalu kering. Hanya menyisakan sedikit saja tetesan air di beberapa titik.
Namun, keringnya sumber tak terjadi dalam waktu yang lama. Karena saat musim penghujan, sumber tersebut akan kembali terisi oleh air. Di saat itu sungai baru bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah untuk pengairan sawah sekitar.
“Airnya akan kembali berlimpah saat musim hujan. Baru bisa dimanfaatkan lagi,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah