Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Yuk Mengintip Koleksi Koi Ronny Siswanto, Ada Showa Seharga Rp 300 Juta

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 3 Oktober 2023 | 17:23 WIB

 

RELAKSASI: Memberi makan ikan koleksinya menjadi cara Ronny Siswanto menghilangkan penat setelah sibuk dengan berbagai urusan.
RELAKSASI: Memberi makan ikan koleksinya menjadi cara Ronny Siswanto menghilangkan penat setelah sibuk dengan berbagai urusan.

Soal hobi memelihara ikan koi, Ronny Siswanto tidak main-main. Bukan hanya koleksinya yang mencapai ratusan ekor. Ikan-ikan ‘hoki’ itu juga dibeli  langsung di Jepang.

Ada alasan khusus mengapa Ronny Siswanto senang memelihara ikan bernama latin Cyprinus Rubrofuscus ini. Apa itu? “Saya suka dengan karakternya yang jinak,” jelas pria pengusaha ini.

Begitu senangnya dengan ikan koi, Ronny tak puas bila membeli di dalam negeri. Dia memilih mendapatkan ikan koi buruannya di negara asal sang ikan, Jepang. Sebab, di negara itu tempatnya ikan koi dengan kualitas terbaik.

Bila sedang berburu koi, dia berada cukup lama di Negeri Matahari Terbit tersebut. Bisa 15 hingga 20 hari. Biasanya di tiga kota yang menjadi sentral koi berkualitas. Niigata, Hiroshima, dan Fukuoka.

“Tiga kota di Jepang itu merupakan sumbernya ikan koi,” terang lelaki 43 tahun yang juga ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Kediri ini.

Kini, total koi peliharaan Ronny mencapai 220 ekor. Ditempatkan di lima kolam di tiga rumah berbeda. Lima belas ekor di antarnya berada di rumahnya, di Perumahan Canda Bhirawa Asri. Ditempatkan di kolam ukuran 1,5 x 7 meter dan kedalaman 140 sentimeter. 

“Empat kolam di rumah lainnya, masing-masing berisi 50 ekor,” ungkapnya.

Ayah empat anak ini mengaku punya semua jenis ikan koi. Mayoritas jenis Kohaku, Showa, Sanke, Karashi, Shusui, dan Benigoi. Koleksi termahalnya adalah jenis Showa yang harganya mencapai Rp 300 juta!

Menurut Ronny, merawat ikan koi tergolong mudah. Hal yang perlu diperhatikan adalah pencahayaan atau lampu yang tidak boleh mati. Jika lampu yang menerangi kolam mati, maka bisa menimbulkan stress pada ikan.

“Saya sudah pernah alami tiga kali mati semua dalam satu kolam,” kenangnya.

Ronny sendiri memulai hobi memelihara koi sejak 2000. Dan selama delapan tahun awal, Ronny memelihara ikan koi lokal sebanyak 20 sampai 30 ekor. “Itu saat saya awalan belajar memelihara koi,” tambahnya.

 

PUSAT KOI: Ronny berada di Kota Niigata Jepang tempat dia membeli sebagian ikan koleksi.
PUSAT KOI: Ronny berada di Kota Niigata Jepang tempat dia membeli sebagian ikan koleksi.

Jadi Penghilang Rasa Penat
Harga koi memang selalu fantastis. Baik itu lokal maupun impor. Tak terkecuali koleksi Ronny Siswanto ini. Paling mahal antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta seekornya.

“Itu yang jenisnya Kohaku dan Showa,” jelas anak tunggal ini.

Baginya, jika sudah hobi maka tidak boleh tanggung menjalankannya. Karena itu, dia juga tak segan membeli yang berkualitas. Meskipun harganya memang mahal. Maka, jangan heran bila total harga yang dia keluarkan untuk mengoleksi 220 ekor koi tersebut mencapai miliaran rupiah.

“Di kisaran Rp 3 miliar,” terangnya.

Selain harga beli, yang butuh uang besar lagi adalah perawatan. Terutama pakan yang juga dia impor langsung dari Jepang. Yang bisa mencapai hampir Rp 3 juta per 20 kilogram. Ini untuk memenuhi kebutuhan makan yang dalam sehari bisa enam kali. Dengan interval tiga jam sekali.

Pria kelahiran 1980 ini menyukai koi karena corak warna yang memukau. Contohnya jenis Karashi miliknya yang warnanya kuning cerah. Juga Benigoi yang merahnya memanjakan mata. Ada pula Shusui yang memiliki perpaduan warna unik, oranye dan putih. Hewan vertebrata asal Jepang ini memiliki ukuran panjang 60 sentimeter hingga satu meter.

Mengapa tidak mencari koi lokal? Menurut Ronny, persentase ukuran besar dan kualitasnya bagus yang impor dari Jepang. Pria kelahiran asli Kota Kediri ini juga akan pergi ke Negeri Sakura lagi dalam waktu dekat.

“5 Oktober saya ke Jepang, melihat-lihat ikan koi lagi,” ungkapnya.

Hobinya tersebut juga didukung oleh sang istri. Ronny mengatakan bahwa Dia Retno, istri tercintanya tidak melarangnya memelihara koi. Karena selain digunakan investasi, juga bermanfaat menghilangkan penat setelah seharian bekerja. Dengan cara memandangi atau memberi makan koi untuk menetralisir rasa penat.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jepang #satwa #ikan koi #peliharaan