Persawahan tebu mengelilingi sumber ini. Namun, suasananya sangat teduh karena pohon-pohon besar yang tumbuh di sekitar mata air. Airnya melimpah, meskipun kemarau tetap mengalir.
Tak sulit mengakses mata air ini. Pengunjung hanya perlu melintasi jalan paving menuju Sumber Pule. Lokasinya hanya 450 meter dari Jl Totok Kerot –jalan raya utama yang berada di dekat sumber.
Kawasan Sumber Pule pun luas. Dua mata air utamanya bermuara di satu waduk yang relatif besar. Karena dikelola dengan pintu air yang masih berfungsi, debit air di sumber ini pun melimpah.
“Pintu airnya ditutup. Jadi nggak terlalu ngalir ke irigasi airnya. Paling hanya lewat di sela-sela kecil,” ujar Yasin, warga setempat.
Alhasil, air yang tertampung di seluruh aliran sumber pun terbilang besar. Meskipun debitnya berkurang selama kemarau seperti saat ini. Namun tak signifikan hingga menimbulkan kekeringan.
Saat cuaca sedang panas-panasnya, kawasan ini bagaikan oase. Banyak pengunjung yang ke sana sekadar untuk mendinginkan badan. Atau, istilahnya, ngadem. Ada pula opsi aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung di kawasan seluas kurang lebih satu hektare ini.
“Kadang ada yang mandi. Anak-anak kecil biasanya. Karena di sini kedalamannya rata. cuma sekitar 1,5 meter. Kalau tidak, ya, mancing,” imbuh Yasin.
Namun begitu, tak jarang pula pengunjung yang ke sana hanya untuk duduk-duduk saja. Sebab, banyak pohon-pohon besar di kawasan itu yang memberi kesan dingin dan sejuk meski di tengah terik matahari sekalipun. Konon, pohon-pohon itu sudah berdiri di sana sejak ratusan tahun.
“Tapi sudah banyak yang roboh. Mungkin karena usia juga. Yang seukuran sama itu (pohon berdiameter sekitar satu meter, Red) sudah roboh tujuh,” katanya merujuk pada pohon-pohon trembesi berukuran besar yang tersebar di kawasan itu.
Sebagaimana namanya, sumber ini terletak di Desa Pule. Menurut Yasin, sumber ini tak pernah mengering. Setidaknya itu setelah dibangun waduk yang menampung air dari dua mata air di sana. Meskipun belum sepenuhnya dikembangkan sebagai tempat wisata, namun kawasan itu tak pernah sepi dari pengunjung. Terlebih saat akhir pekan. Sebab, selain mata air dan waduknya yang jadi atraksi wisata utama, juga terdapat kolam renang milik swasta di kawasan itu yang turut meramaikan mata air di tengah-tengah sawah tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah