Selain tak pernah kering, Sumber Cangkring juga sangat terjaga kealamiannya. Warga di sekitarnya pun memanfaatkan aliranairnya untuk pengairan sawah.
“Sampai saat ini Sumber Cangkring ya untuk mengairi sawah,” aku Sumarti, 54, salah seorang warga Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Sumber ini memang berada di desa tersebut.
Sumarti punya ingatan kuat. Tentang sumber tersebut ketika dia masih kecil. Sejak dia mengetahui sumber itu, airnya tak pernah surut. Pun ketika musim kemarau panjang terjadi. Sumber Cangkring tetap mengeluarkan air seperti biasa.
Kondisi tersebut tentu saja menggembirakan bagi warga. Mereka yang tinggal di di sekitar sumber memanfaatkan air tersebut untuk banyak keperluan. Salah satunya adalah guna pengairan sawah. Maklum saja, persawahan yang berada di Desa Pelem dekat dengan permukiman warga. Sedangkan sungai besar tidak ada yang berada dekat dengan persawahan. Karena itulah mereka memanfaatkan aliran dari sumber ini.
Meskipun aliran Sumber Cangkring tak terlalu besar, airnya mampu mengairi berhektare-hektare sawah. Meski hanya sawah yang ditanami palawija, namun hal itu sudah membuat warga merasa bersyukur.
“Kalau gak ada sumber itu pasti petani bingung mencari air di mana lagi,” sambung Sumarti.
Warga tak hanya memanfaatkan airnya saja. Tapi juga tanaman yang tumbuh di sekitarnya. Terutama pohon bambu. Karena di Sumber Cangkring banyak tumbuh liar pohon-pohon bambu.
Batang-batang bambu tersebut yang coba dimanfaatkan warga sekitar. Kegunaannya pun beragam. Tapi, lebih banyak yang berkaitan dengan pertanian. Salah satunya adalah menjadikan batang bambu itu sebagai tongkat yang biasa digunakan pembatas sawah. Juga, tongkat untuk mengikat tanaman petani yang rapuh. Terakhir, untuk bahan pembuatan gubuk petani.
Selain bambu, banyak pula pohon kelapa yang tumbuh di area sumber. Khusus untuk tanaman kelapa ini, warga sering memanfaatkan buahnya. Walaupun tak jarang daunnya juga digunakan. Yaitu untuk anyaman, sesuai kebutuhan mereka.
“Semua pohon-pohon di situ hidup ya karena sumbernya terus mengalir,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah