Segera memberi pertolongan ketika melihat orang pingsan, atau tersedak, bisa memberi dampak sangat besar. Semakin cepat pertolongan pertama diberikan semakin besar peluang orang tersebut bisa selamat. Tentu dengan cara yang tepat.
Bunga tengah asyik bersenam aerobik. Di tengah-tengah rekannya di salah satu gym. Tiba-tiba, tubuhnya terjengkang. Terjatuh dalam posisi tengkurap, pingsan.
Rekan-rekannya pun langsung mendekat. Namun, mereka bingung ketika hendak memberi pertolongan pertama. Tidak tahu apa yang harus dilakukan pertama kali.
"Edukasi tentang pertolongan pertama ini sangatlah penting. Banyak orang yang tidak mengerti," aku Hengky Irawan, dosen Fakultas Kesehatan IIK Strada Indonesia.
Akibat ketidaktahuan tersebut, banyak masyarakat cenderung panik dibanding melakukan pertolongan pertama. Padahal lebih cepat melakukan pertolongan, lebih besar pula peluang menyelamatkan nyawa korban.
Hengky menerangkan, orang di sekitar korban bisa menjadi aktor pemberi pertolongan pertama. "Yang dilakukan pertama memastikan orang tersebut dalam keadaan sadar atau tidak," jelasnya.
Langkah berikutnya adalah memeriksa kondisi fisiknya. Karena terjatuh, bagian yang diperiksa pertama kali adalah kaki. Jika tidak ditemukan tanda luka, korban kemudian diletakkan di tempat aman. Upayakan yang teduh dan tidak berkerumun.
"Dalam posisi telentang, bagian kaki diposisikan lebih tinggi," terang Hengky.
Peninggian posisi kaki tujuannya agar aliran darah ke otak kembali lancar. Sebab saat pingsan aliran darah ke otak melambat. Membuat pasokan oksigen berkurang. Jika di lokasi pingsan terdapat tabung oksigen, dapat langsung menggunakannya.
Sambil meninggikan kaki, ada hal lain yang dapat dilakukan. Yaitu melonggarkan pakaiannya.
Namun, lain penanganan jika orang pingsan tersebut adalah korban kecelakaan. Jika kondisi badannya mengalami cedera terutama kaki, jangan asal mengangkat bagian kakinya. Sebab nanti dapat memperparah kondisi. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan membawanya ke tempat aman.
"Memberikan aroma terapi dan minuman hangat ini hanya sebagai perangsang saja," ungkap laki-laki yang juga anggota PMI Kota Kediri.
Beri Pukulan Punggung atau Dorongan Perut
Dalam beberapa kasus, orang yang tersedak tak bisa terselamatkan nyawanya. Kebanyakan karena pertolongan pertama yang telat diberikan.
Saat tersedak, orang akan merasa sesak dan sulit bernapas. "Saat tersedak, tubuh seseorang tidak mendapatkan asupan oksigen, " terang Hengky.
Bila melihat itu, jangan panik. Beri korban pertolongan pertama dengan teknik pukulan punggung atau dorongan perut.
Cara memberi pukulan punggung, penolong berdiri di sebelah korban. Condongkan tubuh yang tersedak ke depan. Berikan lima pukulan dengan siku ke punggung. Lakukan hingga benda asing yang masuk keluar.
"Yang kedua ini teknik manuver heimlich, atau dorongan perut," imbuhnya. Caranya dengan memeluk pinggang dan perut orang yang tersedak dari belakang. Kemudian condongkan tubuh orang tersedak ke depan. Kepalkan tangan dan letakan di perut bagian atas ulu hati.
Dalam posisi tersebut kemudian tekan dengan gerakan ke atas sebanyak lima kali. Hal tersebut dilakukan hingga benda yang masuk dalam tubuh keluar.
Hengky menjelaskan semua orang memiliki potensi untuk tersedak. Salah satunya saat sedang memakan buah yang memiliki biji.
Tapi, pertolongan untuk bayi tersedak berbeda lagi. Diawali dengan meletakkan bayi dengan posisi tengkurap di pangkuan. Posisikan kepala lebih rendah dari tubuh.
Tahan kepala bayi dengan memegang kedua pipinya untuk memastikan jalur napas terbuka. Berikan lima tepukan lembut tetapi tegas di antara kedua tulang belikat sambil pastikan apakah benda yang menyumbat telah keluar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah