Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Cangkring di Pelem Pare Nyaris Tak Terjamah Manusia

Karen Wibi • Jumat, 22 September 2023 | 16:34 WIB
NYARIS TAK TERJAMAH: Kondisi sumber Cangkring yang berada di Desa Pelem, Kecamatan Pare relatif masih asli.
NYARIS TAK TERJAMAH: Kondisi sumber Cangkring yang berada di Desa Pelem, Kecamatan Pare relatif masih asli.

Sumber Cangkring memang tak seterkenal sumber lain di Kabupaten Kediri. Namun itu malah membuat sumber yang berada di Desa Pelem, Kecamatan Pare itu bertahan. Karena nyaris tak terjamah manusia, sumber ini justru terjaga.

MESKI berada di tengah area permukiman padat penduduk, namun keaslian Sumber Cangkring sangat terlihat. Sumber yang berada di Desa Pelem, Kecamatan Pare itu memiliki ratusan pohon di sekelilingnya. Bukan hanya pohon biasa.

Karena melihat dari ukurannya, pohon tersebut ditaksir sudah berusia ratusan tahun. “Dari dulu tidak ada yang pernah kesitu. Jadi ya terjaga kealamiannya,” terang Sumarti, 54, salah seorang warga sekitar.

Maklum saja sumber tersebut cukup terjaga. Karena untuk akses masuk ke sumber juga tak mudah. Jalannya sempit. Hanya sekitar 1,5 meter saja. Ditambah warga yang hendak menuju ke sumber harus berjalan sekitar 100 meter dari jalan besar.

Baca Juga: Di Sumber Kunden Badas Kediri Hanya Warga Lokal yang Boleh Berjualan

Sesampainya di sumber, warga juga tak bisa langsung masuk ke area mata air. Karena mata air tersebut terhalang ratusan pohon. Dari ratusan tersebut, puluhan diantaranya memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan diameter pangkal pohon melebihi dua meter.

Sumarti menyebut, sumber tersebut sudah ada sejak lama. Paling tidak, seumur Sumarti hidup. Dirinya sudah menyaksikan sumber air itu mengalir. Artinya sumber air tersebut telah berusia lebih dari 54 tahun.

Sejak itu, Sumarti mengatakan jika sumber itu nyaris tak tersentuh manusia. Sumber tersebut dibiarkan mengalir. Dengan dalih jika memang tak banyak warga yang berani masuk ke area sumber. Alasannya adalah karena sumber dianggap keramat atau angker.

Namun hal itu malah membuat Sumarti senang. Karena ketika tak tersentuh manusia, Sumber Cangkring menjadi lebih alami. Alhasil sumber tersebut dapat lebih terjaga hingga saat ini. “Biar alami gitu saja, lebih bagus,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #air #mata air #alam