Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Masa Jaya Sumber Bedug Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Kolam Renang Jadi Rujukan

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 21 September 2023 | 16:47 WIB
POTENSIAL: Salah seorang warga sedang menunjukkan kondisi sumber Bedug di Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih kemarin.
POTENSIAL: Salah seorang warga sedang menunjukkan kondisi sumber Bedug di Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih kemarin.

 

Pemanfaatan Sumber Bedug sebagai tempat wisata sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, bangunan kolam awal didirikan sejak zaman penjajahan Belanda. Dulunya, sering dijadikan tempat berlatih renang atlet hingga tentara.

Di kawasan Sumber Bedug, terdapat kolam yang dibagi menjadi dua. Satu kolam dengan ukuran lebih kecil. Tempat titik utama mata air. Sedangkan kolam yang ukurannya jauh lebih luas digunakan untuk kolam renang.

Di ujung kolam terdapat satu anak tangga yang digunakan untuk naik dan turun kolam. Usut punya usut, bangunan kolam itu sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Itu didukung oleh arsitektur kolam yang nampak kuno. Yakni, bangunan beton yang dibiarkan alami.

“Dulu sering dipakai latihan renang atlet internasional dan tentara. Sejak zaman Belanda,” ujar Kimtoko, warga setempat.

Kolam dengan luas kira-kira 50x30 meter itu bahkan dilengkapi dengan empat starting block di ujungnya. Tempat perenang biasanya berpijak sebelum melompat ke dalam air. Bangunan dari beton itu kini tertutup tanaman merambat di beberapa bagian.

“Ada juga besi untuk lompat indah itu. Tapi sayang sekarang ketutup semak-semak,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Toko itu menceritakan, pemanfaatan sumber sebagai tempat berlatih atlet dan tentara. Itu terjadi di masa pengelolaan oleh Belanda. Fungsinya kini beralih menjadi tempat pemandian umum. Saat pengelolaannya diambil alih pemda.

“Akhirnya kawasannya diambil alih dan dibangun pemda. Kira-kira tahun 90an,” urainya.

Menurutnya, Pemkab Kediri sempat merenovasi kawasan tersebut. Hingga pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah desa untuk dibangun sejak 2021 lalu. Hingga kini, pembangunannya masih berjalan. Imbasnya, kawasan ini ditutup total sejak 2021.

Adapun kolam besar itu kini airnya sangat dangkal. Bahkan, tak sampai setengah meter. Lantaran, musim kemarau menyebabkan debit air berkurang signifikan. Ditambah, konstruksi bangunan kolam di pusat mata air menyebabkan air tak bisa mengalir lancar.

“Kemarau ini airnya nggak bisa naik. Karena fondasi kolam lebih tinggi dari beliknya (mata air, red). Dulu sama desa dibongkar setengah biar airnya bisa naik,” terang Toko.

Pantauan koran ini, lantai kolam utama tempat belik air berada justru dibeton. Menyisakan sudut terbuka tempat sumber air berada. Bahkan, permukaan lantai kolam lebih tinggi dari titik mata air. Namun, separo lantai beton tersebut sudah dibongkar. Sehingga, air biasa lebih leluasa mengalir di sana.

“Mungkin dulu salah desain atau gimana, saya juga nggak tahu,” pungkas Toko.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #mata air #alam #kolam renang