Mata air ini cukup terkenal di Kabupaten Kediri bagian selatan. Kawasannya menyimpan banyak potensi yang menarik bagi banyak orang. Sayang, sudah beberapa tahun ini sumber ini ditutup.
Tak sulit mencari mata air yang satu ini. Lokasinya berada di perbatasan antara Desa Bedug dan Desa Rembangkepuh, Kecamatan Ngadiluwih. Aksesnya pun mudah dijangkau. Yakni, berada tepat di tepi jalan alternatif penghubung antardesa tersebut.
Sayang, saat Jawa Pos Radar Kediri mendatangi mata air tersebut, kondisinya tertutup. Pagar setinggi 2-3 meter mengelilingi kawasan tersebut. Satu-satunya pintu masuk juga ditutup rapat dengan pagar dari seng.
Belakangan diketahui, sumber Bedug sudah lama ditutup karena alasan pembangunan. Menurut Kepala Dusun (Kasun) Bedug Arif Jauharyanto, pemdes sedang melaksanakan pembangunan. Sejak 2021 lalu.
Dia mengatakan, pihaknya telah mengajukan pengurusan untuk pengelolaan sumber ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sejak 2019 silam. Hingga akhirnya mendapat izin dari Kementerian PUPR untuk revitalisasi di 2021.
“Akhirnya mulai itu kami renovasi dan menutup tembok keliling yang jebol dengan pagar,” ujar Arif.
Menurut Arif, langkah itu diambil lantaran kondisi sumber yang memprihatinkan. Sebelum direvitalisasi, aliran air di sumber itu sempat terhambat. Pasalnya, terhalang beton yang sudah dibangun sejak 1980 silam. “Agar bisa difungsikan kembali sebagai tempat bermain dan wisata,” ucapnya.
Kawasan mata air yang terbagi menjadi dua kolam itu memang nampak tak terjamah dalam waktu yang lama. Banyak tanaman merambat dan semak belukar yang tumbuh lebat. Khususnya di sekitar pohon-pohon besar yang diklaim sudah puluhan tahun berdiri di sana.
Kini, Pemdes Bedug masih terus melanjutkan pembangunan. Dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 700 juta. Ditargetkan pembangunan mata air ini bisa rampung pada 2024 mendatang. Sehingga, fungsi sumber ini bisa dikembalikan seperti sedia kala. Sebagai salah satu ikon Kabupaten Kediri wilayah selatan.
“Mengacu pada sejarah, Sumber Bedug ini jadi ikon Kediri selatan. Sudah mulai dimanfaatkan sejak dulu sebagai tempat wisata dan pengairan sawah,” tutup Arif.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah