Bentuknya bak anak panah. Anggun dengan sirip yang panjang. Banyak yang menjuluki sebagai queen of aquarium.
Setelah tren ikan guppy menurun, Tonang Sugianto punya ‘mainan’ baru. Salah satunya adalah manfish. Jenis ikan ini relatif mudah pemeliharaannya meskipun berstatus sebagai ikan kontes.
“Manfish pertama saya adalah jenis Red Devil,” terang karyawan bank ini.
Tonang mendatangkan bibit manfish Red Devil berukuran satu koin dari Bogor. Saat itu, katanya, di Kediri belum ada. Dia pun meminta dikirim 100 ekor. Kemudian dimasukkan ke akuarium yang dulu jadi tempat ikan guppy.
Akuarium itu berukuran 30 x 30 x 60 sentimeter. Bila ikannya seukuran koin maka bisa menampung 10 ekor setiap akuarium. Tapi, agar abisa bertelur, satu akuarium hanya bisa diisi sepasang manfish saja.
Untuk perawatan, memang sedikit berbeda. Terutama soal kualitas air. Tempat hidup ikan ini harus benar-benar terjaga kualitasnya. “Para penghobi manfish pasti selalu bilang, memelihara ikan ini sama saja dengan memelihara air,” ujarnya.
Memang, kualitas air sangat memengaruhi pertumbuhan sang ikan. Namun dengan penanganan yang cermat, ikan manfish akan berkembang dengan baik.
Bahkan, Tonang menyebut pemeliharaannya relatif mudah. Sang ikan bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Seperti kasus yang pernah dia alami di awal memelihara manfish.
Saat itu dia sempat khawatir. Sebab kondisi air di tempat dia membeli manfsih dengan di tempatnya memelihara berbeda. Di tempat penjual ikan itu, potential hidrogen (PH)-tingkat keasaman-air hampir delapan. Kemudian total dissolved solid (TDS)-tingkat partikel terlarut-air sekitar 300. Sedangkan air di tempatnya memilik PH tak sampai enam dan TDS hanya di bawah 100. Ternyata ikan-ikan manfish itu mampu beradaptasi dengan kondisi air yang baru.
Untuk itu Tonang memiliki cara. Sebelum benar-benar dilepas ke kolam baru, dia perlu melakukan afirmasi. Prosesnya adalah memasukkan bungkusan ikan ke akuarium yang sudah diisi air. Tujuannya agar suhu air di bungkusan sama dengan yang di kolam. Sehingga bila dilepas ikan tidak shock.
Perawatan manfish juga tidak rewel. Pengurusannya cukup dengan dua selang. Satu untuk masukan dan satu mengeluarkan air. Air yang diambil sekitar 20 persen. Sehingga nanti ikan tidak kaget. Air tandon ini menggunakan aerator, sehingga air tersebut terdapat kandungan oksigen. Penggantian air ini bisa dilakukan dua kali sehari, tergantung dengan kejernihannya.
Sedangkan untuk perkembangan, ikan manfish ini harus dipisahkan. Karena merupakan jenis ikan yang agresif, jika tidak dipisah telur ikan akan dimakan oleh ikan lainnya. Sehingga satu akuarium ini hanya berisikan satu pasang ekor saja.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah