Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ketika Anak Milenial Banyak Terkena Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 8 September 2023 | 18:19 WIB
MELUNCUR: Salah satu aktivitas yang bisa mengurangi risiko terkena serangan penyakit jantung.  Dulu serangan jantung identik dengan penyakit orang tua. Kini, trennya mulai bergeser. Penyakit dengan ti
MELUNCUR: Salah satu aktivitas yang bisa mengurangi risiko terkena serangan penyakit jantung. Dulu serangan jantung identik dengan penyakit orang tua. Kini, trennya mulai bergeser. Penyakit dengan ti

Dulu serangan jantung identik dengan penyakit orang tua. Kini, trennya mulai bergeser. Penyakit dengan tingkat mortalitas tinggi ini mulai menyentuh para generasi milenial.

Usia Boy masih dua puluhan. Tubuhnya juga terlihat tegap dan sehat. Aktivitas profesional muda inipun tinggi. Tak hanya yang terkait dengan pekerjaan tapi juga hubungan sosial.

Tapi, ternyata, di usia yang masih muda itu  Boy memiliki gangguan kesehatan yang berbahaya. Oleh dokter dia didiagnosa terkena penyakit jantung. Satu penyakit yang jadi momok karena tingkat mortalitasnya yang tinggi.

Apakah pemuda ini punya penyakit jantung bawaan? Tidak juga. Karena sejak awal Boy memiliki kondisi jantung yang prima. “Meskipun terlahir dengan jantung yang sehat, orang bisa terkena penyakit jantung di usia muda,” ingat dr Anita Surya Santoso, dokter spesialis jantung di RSUD Simpang Lima Gumul.

Pertanyaannya, mengapa hal itu bisa terjadi? Salah satu sebabnya adalah persoalan gaya hidup. Mereka yang terkena penyakit jantung di usia muda sering terkait dengan pola hidup buruk. Mulai dari konsumsi makanan, perokok, penyuka minuman beralkohol, punya pekerjaan yang tingkat stressnya tinggi, serta kurang olahraga. Belum lagi bila pola tidurnya juga tidak teratur.

“Mereka yang menderita diabetes juga rentan terkena serangan jantung,” jelas Anita.

Tak hanya itu, paparan infeksi dapat pula menyebabkan penyakit tersebut. Yang membuat organ vital tersebut mengalami gangguan irama maupun tersumbat.

Untungnya, para generasi milenial lebih aware pada kondisi kesehatan. Mereka juga banyak memiliki pengetahuan. Yang didapat dari berbagai informasi. Baik itu buku maupun internet. Sehingga lebih cepat untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Selain itu fasilitas kesehatan zaman sekarang sudah lebih maju dan tersebar luas sehingga memberikan akses yang lebih mudah kepada masyarakat.

“Penting bagi dokter untuk dapat menggali riwayat pasien, memeriksa kondisi secara komprehensif dan menyarankan pemeriksaan tambahan yang diperlukan untuk mendiagnosa penyakit dengan tepat," kata Anita.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#serangan jantung #kesehatan #dokter