Sumber Kedung di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare masih sangat asri. Bahkan di sekeliling sumber tersebut dipenuhi oleh banyak pohon berukuran besar. Menurut cerita, pohon di sumber ini sudah berusia ratusan tahun.
Sumber Kedung di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare relatif jarang terjamah manusia. Lokasinya yang berada jauh dari pemukiman warga membuat jarang ada yang datang. Ditambah lokasinya yang tampak angker juga membuat ogah warga sekitar untuk mampir.
Kesan angker tersebut karena banyaknya pohon berukuran besar di sekitar sumber. Tingginya pun tak main-main. Banyak yang mencapai 30 meter lebih. Jumlahnya mencapai puluhan pohon. Alhasil sumber tersebut tampak gelap. Meskipun saat pagi maupun siang.
Vegetasi tersebut membuat sumber akhirnya terjaga hingga saat ini. Bahkan menurut beberapa warga, pohon besar di sana sudah berusia hingga ratusan tahun. “Dari saya kecil tingginya sudah seperti itu. Kalau katanya orang-orang sudah ratusan tahun,” terang Mulyadi, warga yang tinggal di sekitar lokasi sumber.
Pria berusia 70 tahun itu bercerita, Sumber Kedung sudah ada sejak lama. Paling tidak, sejak dirinya kecil. Sumber tersebut sudah mengalir seperti saat ini. Bentuknya pun tak pernah berubah. Karena menurut Mulyadi, warga sekitar tak ada yang berani mengotak-atik sumber itu. Warga ngeri karena sumber tersebut sering disebut angker.
“Tempatnya juga kelihatannya menyeramkan. Jarang ada yang berani ke situ,” tutur Mulyadi.
Di lain sisi, cerita tersebut justru membuat vegetasi sumber Kedung jadi aman. Tak pernah ada penebangan pohon di sekitar lokasi. Alhasil, pohon dapat tumbuh dengan subur hingga ratusan tahun.
Hal itu yang membuat mata air terus terjaga. Bahkan di saat kekeringan, sumber di sana tak pernah surut. Airnya terus mengalir. Terutama di sumber air yang berada tepat di bawah pohon beringin sisi timur. “Setahu saya tidak pernah kering. Terus ada air yang mengalir sampai jadi sungai,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah