Pengunjung di sumber ini hanya tinggal menyisakan para pemancing saja. Tidak beroperasinya wahana air di sana jadi kesempatan mereka memuaskan hobi memancing. Tetapi hanya beberapa pemancing saja yang datang saat hari biasa.
SUDAH setahun lebih kawasan ini berangsur sepi. Itu setelah pandemi Covid-19 menurunkan pamornya sebagai kawasan wisata unggulan di Desa Sidomulyo. Saat sepi seperti sekarang ini, hanya ada segelintir pemancing di sana. Yang rutin berkunjung secara gratis.
“Di sini sepi. Jadi enak untuk mancing. Dekat rumah juga,” ujar Kabul, salah seorang pemancing di sana.
Meski menjadi salah satu spot memancing. Namun mereka tak selalu mudah mendapatkan ikan. Sebab selama kemarau, air di kolam itu banyak surut. Pengurangan permukaan air itu terbilang signifikan. Yakni, berkurang sampai 1 meter. Hingga tersisa lebih kurang 1,5 meter kedalaman air kolam. Akibatnya, ikan-ikan pun sulit dipancing. “Sehari dapat tiga aja sekarang sudah untung,” ungkapnya.
Padahal, kawasan mata air itu pernah meraih beragam prestasi. Salah satunya, ikut andil menghantarkan desa tersebut menjadi desa wisata. Dulu saat masih ramai, di hari biasa saja pengunjungnya bisa mencapai ratusan. Bahkan, saat hari libur, bisa mencapai ribuan pengunjung.
“Dulu pernah menang juara sembilan kategori wisata baru se-Jatim. Terus jadi Desa Wisata. Mas Bupati sendiri yang meresmikan dulu,” ujar Tomo, salah satu petugas kebersihan di sana.
Semenjak pandemi Covid-19 melanda, pariwisata sumber ini pun meredup. Bahkan sempat tutup selama dua tahun lamanya. Kini, di hari-hari biasa, pengunjungnya hanya pemancing langganan. Syukur-syukur jika ada 2-3 pengunjung yang mampir ke sana.
Semenjak sepi itu pula, pemancing di sana pun tak lagi dipungut biaya. Semakin sulitnya ikan dipancing jadi salah satu alasannya. Penyebabnya, karena belum ada lagi penebaran bibit ikan semenjak wisata ditutup pada 2020 lalu. “Ikannya ini sebenarnya alami. Tapi dulu pernah disebar benih ikan. Sekarang pengelolaannya belum ada lagi,” tandas Tomo.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah