Sumber Urung-Urung pernah memiliki Pohon Beringin yang dikeramatkan. Bahkan, tepat di bawah pohon tersebut, warga biasa mengambil air yang dianggap berkhasiat. Sayangnya, pohon berusia puluhan bahkan ratusan tahun itu kini lenyap. Karena mati setelah sempat terbakar saat musim kemarau.
Sumber Urung-Urung di Desa Lamong, Kecamatan Badas sempat terkenal dengan Pohon Beringinnya. Pohon tersebut dulunya terletak di sisi selatan sumber. Tepat satu garis lurus dengan sumber yang berada di sisi utara.
Pohon ini terkenal bukan tanpa alasan. Karena menurut kepercayaan, air di bawah pohon tersebut memiliki khasiat. Konon, khasiatnya dapat menyembuhkan penyakit. Tak jelas penyakit apa saja. Namun menurut warga sekitar, banyak jenis penyakit yang bisa disembuhkan.
“Dulu pernah ada, di bawahnya ada tempat untuk mengambil air,” terang Niken Ayu, juru kunci Sumber Urung-Urung.
Niken menyebut, Sumber Urung-Urung sudah banyak didatangi oleh warga. Tak hanya warga sekitar, bahkan hingga dari luar kota. Sebut saja seperti dari Jombang hingga Mojokerto. Namun, mereka datang bukan untuk berwisata. Melainkan mencari tuah dari air tersebut.
Namun, konon pengambilan air tak bisa dilakukan di sembarang tempat di sumber. Karena harus khusus di bawah pohon Beringin di sisi selatan. Jika tidak, air tersebut akan menjadi air biasa. Tak memiliki khasiat. Bahkan saking ramainya, di bawah pohon Beringin dibuatkan tempat khusus. Seperti bilik persegi panjang. Dengan tujuan agar pengunjung dapat dengan leluasa mengambil air.
Sayangnya, sejak tahun 2020 awal pohon Beringin itu mati. Alasannya adalah karena pohon itu terbakar. Lalu siapa yang membakar, Niken pun tak mengetahui. Namun samar-samar Niken mengingat, dulu ada warga membakar sampah di sekitar lokasi. Sangat dekat dengan pohon Beringin.
Apesnya, karena musim kemarau, api merembet dengan cepat. Tiba-tiba saja api sudah menghanguskan pohon hingga ujung paling atas. Tak bisa diselamatkan, Niken mengaku pasrah. Alhasil pohon tersebut lalu mati dan ditebang. “Sejak pohonya tidak ada pengunjung jadi lebih sedikit,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah