Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok yang Menjahit Bendera 1.000 Meter untuk Pawai Kemerdekaan

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 28 Agustus 2023 | 17:32 WIB

 

Photo
Photo

Bendera sepanjang 1.000 meter yang diarak dalam pawai di Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo Jumat (18/8) lalu jadi perhatian banyak orang. Di balik kesuksesan acara itu, ada keringat Ruliyani yang dengan telaten menjahitnya. Tak pelak, air matanya menetes saat mendapat pujian Bupati Dhito.

Ribuan orang tumpah ruah di jalan Desa Dawung, Ringinrejo, pada Jumat (18/8) lalu. Mengusung tema masing-masing, mereka mengikuti pawai menyusuri rute yang telah ditentukan oleh panitia. Di antara peserta arak-arakan itu, ratusan pembawa bendera sepanjang 1.000 meter paling menyedot perhatian.

Mengusung semangat kemerdekaan, mereka memakai atribut bernuansa merah putih. Mulai ikat kepala hingga stiker di pipi yang berwarna merah putih. Saat arak-arakan itu melewati Balai Desa Dawung, seorang perempuan yang tak lain adalah Ruliyani terlihat berkaca-kaca.

Perasaannya campur aduk. Antara senang, sekaligus bangga. Sejurus kemudian, air mata perempuan berkaus merah muda itu lantas menetes. “Rasanya itu marem. Bendera yang saya jahit dapat dinikmati oleh banyak orang,” ujarnya sembari mengelap air mata menggunakan lengannya.

Baca Juga: Halaman Sumber Ngadiloyo di Ngadiluwih Kabupaten Kediri Sangat Luas

Bendera sepanjang 1.000 meter berusia lebih dari setahun. Dia menjahitnya tahun 2022. Tepatnya, jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI Juni tahun lalu.

Saat itu, desa ingin menggelar kegiatan untuk menarik wisatawan. Dari beberapa kali diskusi, akhirnya pemerintah desa memutuskan untuk menggelar kirab 1.000 meter. Begitu disepakati, Kepala Desa Dawung Slamet Widodo justru bingung. “Bagaimana mungkin bendera sepanjang 1.000 meter itu dijahit,” kenang Ruliyani tentang kepanikan sang kades tahun lalu.

Bukan hanya persiapan bahan yang membuat Slamet kebingungan. Melainkan, waktu yang sangat mepet. Sebab, keputusan untuk menggelar kirab bendera 1.000 meter itu baru tercetus pada bulan Juni.

Di antara kebingungan Slamet, muncul Ruliyani yang diakui sebagai penjahit andal. Mendapat tugas yang sama sekali tak ringan, dia langsung mengiyakan saja. Dia menganggap tantangan itu justru menyenangkan. “Ketika disuruh pak kades saya langsung bilang iya bisa,” lanjutnya.

Baca Juga: Waspada Dampak Cuaca Tak Menentu, Ini yang Bisa Terjadi pada Kucing

Di awal pembuatan, Ruliyani dibantu oleh adik dan suaminya. Tugas mereka adalah memotong kain agar siap untuk dijahit. Setelah tugas itu selesai, giliran Ruliyani yang mengeksekusi.

Meski memiliki keterampilan menjahit yang bagus, tak ayal Ruliyani kelabakan juga. Sebab, dia hanya bisa fokus menjahit pada sore hari. Adapun pagi-siang dia harus bekerja di rumah kades.

Melihat waktu dua bulan yang tersisa, Ruliyani semakin semangat melakukannya. Dia yakin tetap bisa menyelesaikan sebelum 17 Agustus 2022 lalu. Mulai menjahit pukul 15.00, dia harus lembur hingga malam hari.

Jelang 17 Agustus, dia harus menjahit hingga dini hari. “Harus menjahit sampai pukul 02.00. Harus nutut biar tidak molor sampai hari H,” tuturnya.

Baca Juga: Air dari Sumber Gotheh di Kras Kabupaten Kediri Dipercaya Memiliki Keistimewaan

Ruliyani bersyukur, semangat dan tekadnya untuk menjahit tidak mengecewakan banyak orang. Bukan saja hasil jahitannya yang rapi. Melainkan bendera itu berhasil diselesaikan dalam waktu satu bulan saja!

Dengan kemahirannya, Ruliyani berhasil menyelesaikan bendera sebelum hari H. Bahkan Ruliyani menyebut jika dirinya berhasil menyelesaikan bendera dalam waktu satu bulan saja!

Apakah dia tidak Lelah? Ruliyani langsung mengiyakan sambil tersenyum tipis. Tetapi, kepuasan yang dia dapat setelah bender aitu diarak oleh ribuan orang ternyata sangatlah besar. Di luar upah uang yang didapat, dia mengaku senang karena karyanya diapresiasi banyak orang.

Termasuk Bupati Hanindhito Himawan Pramana yang ikut mengapresiasi kerja keras Ruliyani. Pria yang menyaksikan arak-arakan bendera pada 18 Agustus lalu itu mengakui kehebatan Ruliyani dalam menjahit. “Alhamdulillah sama bupati tadi (18/8) diberi apresiasi berupa beasiswa untuk anak saya,” paparnya dengan mata kembali berkaca-kaca

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 
Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bendera #menjahit #pawai kemerdekaan #Sosok