Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waspada Dampak Cuaca Tak Menentu, Ini yang Bisa Terjadi pada Kucing

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 25 Agustus 2023 | 17:40 WIB

 

Photo
Photo

Biasanya, kita tahu Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) menyerang manusia. Ternyata, penyakit ini juga dapat menyerang hewan peliharaan. Salah satunya kucing. Ditambah dengan suhu yang tidak menentu. Membuat kasus tersebut mengalami peningkatan.

Suhu musim kemarau akhir-akhir ini memang tidak stabil. Saat siang suhunya terasa sangat panas. Sedangkan malam hari terasa begitu dingin. Dengan kondisi tersebut tubuh menjadi rentan terkena penyakit. Begitu juga dengan hewan peliharaan.

“Cuaca yang tidak menentu ini membuat kucing terkena ISPA,” terang Pujiono Owner Klinik Hewan Asa.

Saat kucing dibiarkan ke luar ruangan biasanya akan suka menghirup benda asing. Seperti rumput, serbuk sari, dan sebagainya. Hal itu juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran hidung. Ketika benda asing ini dihirup, respon tubuh adalah bersin untuk mengeluarkan kotoran.

Puji menjelaskan bahwa sebagian besar agen infeksi yang menyebabkan ISPA menular dan dapat menyebar melalui virus. Kucing yang terkena virus tersebut jadi mudah bersin. Hal ini terjadi ketika seekor kucing bersin di dekat kucing lain yang menghirup kuman.

Banyak penyakit pernapasan disebabkan oleh fomites atau benda yang terkontaminasi oleh kuman satu kucing dan kemudian disentuh oleh kucing lain.

Photo
Photo

Virus ini dapat ditularkan dari kucing ke kucing yang saling berinteraksi. Melalui bersin atau batuk. Bisa juga ditularkan melalui tempat makan atau minum yang digunakan bersama-sama.

“Gejala kucing terkena saluran pernafasan ini bisa dilihat dari matanya,” tutur Puji.

Saat kucing terkena ISPA, bagian matanya akan berair dan disertai bersin. Tidak hanya itu saja, terdapat pembengkakan atau kemerahan pada selaput di sekitar mata. Gejala lainnya adalah hidung tersumbat, nafsu makan berkurang, batuk, lemas, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sulit bernapas. Jika sudah fase kesulitan bernapas, disarankan agar kucing segera dibawa ke dokter. Sehingga segera mendapatkan pertolongan.

Jika tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau memiliki komplikasi serius lainnya. Seperti kebutaan atau kesulitan bernapas kronis. Biasanya kucing juga akan diberi obat. Hingga mendapatkan infus. Pemberian infus biasanya terjadi saat kucing mengalami dehidrasi.

“Salah satu pencegahan agar kucing tidak terkena ispa dengan melakukan vaksin,” kata Puji. Sebab vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko kucing tertular infeksi saluran pernapasan atas. Jika kucing selalu mendapatkan vaksinasi terkini, kecil kemungkinannya untuk tertular. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#cuaca #kucing #kesehatan #peliharaan