Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Ngadiloyo di Ngadiluwih Kabupaten Kediri Tak Pernah Sepi Pengunjung, Padahal...

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 25 Agustus 2023 | 17:26 WIB
ASRI: Pengunjung bermain air di sumber Ngadiloyo yang berada di Desa/Kecamatan Ngadiluwih kemarin.
ASRI: Pengunjung bermain air di sumber Ngadiloyo yang berada di Desa/Kecamatan Ngadiluwih kemarin.

 

Sumber Ngadiloyo sudah tak asing di telinga warga Kecamatan Ngadiluwih. Mata air ini dikenal luas sebagai sebagai sumber yang asri dan nyaman untuk disinggahi. Tak heran, sumber ini tak pernah sepi pengunjung meski berada di antara makam sekalipun.

Kesan angker akan muncul bagi sebagian besar orang yang pertama kali melihat sumber ini. Bagaimana tidak, tempat ini diapit dua makam tua di Desa Ngadiluwih. Bahkan, sebagian besar makamnya sudah tak terlihat lagi ukiran nama di batu nisannya.

Meski begitu, tetap saja sumber ini tak pernah sepi pengunjung. Pohon-pohon besar yang memayungi kawasan itu membuat sumber ini tetap terkesan rindang. “Karena ya tempatnya enak, gratis juga. Kalau Minggu bisa lebih ramai lagi,” ujar Dedi, pengunjung dari Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih.

Meski menjadi tempat rekreasi, namun untuk masuk ke sana memang tak dipungut biaya. Begitu melintasi jalan menurun menuju sumber, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di area sumber yang luas. Tak ada biaya parkir, begitu pun dengan tiket masuk.

Kemarin, empat pemuda nampak berenang di area sumber. Begitu pula dengan satu keluarga yang menghabiskan waktu di sisi aliran sumber. Atau, kawasan dengan kedalaman air yang lebih dangkal.

Di kolam utama, kedalaman air bervariasi. Saat mata air mengalir deras, kedalamannya bisa mencapai lebih dari 2 meter. Namun saat kemarau seperti sekarang, kedalamannya diperkirakan tak sampai 170 sentimeter.

“Ini lumayan surut banyak. Biasanya bisa lebih deras airnya,” tutur Dedi yang saat itu tengah mencuci karpet di aliran sumber.

Tak lupa ia juga menceritakan saat mata air ini pernah surut. Kemarau panjang memperparah kekeringan di mata air  itu. Akibatnya, sumber mengering untuk beberapa waktu.

“Karena juga dulu pohon trembesi besar yang diatasnya itu tumbang. Akhirnya airnya semakin sedikit,” kenangnya soal kejadian beberapa tahun lalu.

Namun demikian, semenjak itu air di Sumber Ngadiloyo masih terus mengalir. Melalui saluran air selebar kurang lebih 2 meter, air terus mengalir mengairi persawahan di Desa Ngadiluwih. Hingga pada akhirnya, bermuara di Sungai Brantas yang berada tak jauh di barat sumber.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #mata air #alam