Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mahasiswa Malaysia Bertandang ke Kampus UNP Kediri, Ini yang Dipelajari

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 21 Agustus 2023 | 18:03 WIB

 

MUHIBAH SENI: Mahasiswa asal Malaysia menampilkan karya seni tari dalam malam Seni dan Karawitan di Kampus UNP (19/8).
MUHIBAH SENI: Mahasiswa asal Malaysia menampilkan karya seni tari dalam malam Seni dan Karawitan di Kampus UNP (19/8).

KEDIRI, JP Radar Kediri – Puluhan mahasiswa dari Universitas Teknologi Petronas (UTP) Malaysia bertandang ke Kota Kediri selama tiga hari. Salah satu agenda utamanya adalah melakukan pertukaran budaya dengan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Acara itu berlangsung Sabtu (19/8) malam di Kampus UNP.

Rektor UNP Kediri Zainal Afandi menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap dengan pertemuan itu tak hanya semakin mempererat hubungan antara dua negara. Melainkan relasi anak bangsa dari dua kampus juga bisa terus terjalin di masa depan. Khususnya dalam upayanya mengembangkan budaya di dua negara.

“Sebelum kota lain berkembang budayanya, Kediri sudah jauh lebih maju dan berkembang. Tanggung jawab kita semua untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya di Kediri,” ujar Zainal.

Perwakilan UTP Malaysia Muhammad Ridhuan Tony Lim Abdullah pun menyambut baik pertukaran budaya yang diwujudkan dalam seni tari dan karawitan itu. Terlebih, pertemuan itu diinisiasi oleh generasi muda yang punya peran penting mempertahankan budaya.

“Dua negara ini merupakan negara majemuk dengan keberagaman agama, budaya, dan adat. Itu seharusnya selalu dikormati dan dipelihara,” pesannya sembari berharap dua kampus ini bisa terus saling membantu dalam mempertahankan khazanah budaya.

Melalui festival seni tari dan karawitan antarbangsa bertajuk Citra Bayu, puluhan mahasiswa dari dua perguruan tinggi itu menampilkan karya terbaiknya. Digelar pada Sabtu (19/8) malam, delegasi dari UTP membuka acara dengan tarian Sembah Tari Warisan. Tarian itu dibawakan oleh delapan penari yang terdiri dari empat perempuan dan empat laki-laki. Ratusan penonton pun memenuhi halaman kampus UNP sejak pukul 18.00.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNP Kediri Aan Nurfahrudianto mengatakan, pertemuan ini merupakan hasil kesepakatan dua perguruan tinggi. Keunikan dari kultur Kediri-lah yang menurut Aan menarik minat UTP untuk memilih Kota Kediri sebagai kota jujukan pertukaran budaya tahun ini.

“Mereka tertarik dengan muatan lokal Kediri yang diangkat dalam bentuk tari. Jadi dari cerita Kediri yang tidak diceritakan di tempat lain. Dan ini murni dari mahasiswa,” ujar Aan.

Kisah khas Kediri yang dituangkan dalam bentuk seni tari kolosal itu pun menarik perhatian pegiat seni di kampus UTP Malaysia. Tak hanya bertukar budaya masing-masing, melainkan juga menggabungkan seni dua negara menjadi satu karya seni kolaboratif. Itu rencananya akan ditampilkan malam ini di halaman kampus UNP Kediri.

Sebanyak 38 mahasiswa dari Malaysia itu akan berkolaborasi dengan sedikitnya 50 mahasiswa UNP Kediri. Kolaborasi itu termasuk menggabungkan seni karawitan dua negara yang hampir sama namun berbeda.

“Penampilan di masing-masing universitas ada tujuh pertunjukan. Termasuk yang ditampilkan dari UNP. Kami menampilkan seni tari yang memang produk mahasiswa kami. Yang ceritanya mengangkat kisah khas Kediri,” imbuh dosen matematikan itu.

Melalui kunjungan itu, tak hanya aspek budaya saja yang diharapkan bisa dikembangkan. Melainkan juga bisa memupuk kerjasama dalam bidang akademis antara dua negara tersebut. Khususnya dengan Kota Kediri.

“Termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen. Dan kita juga sedang mencoba untuk mengupayakan beasiswa untuk mahasiswa dan pengajar,” pungkas Aan. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#unp #mahasiswa #penari #tari