Ada di tengah lahan tebu membuat mata air ini terasa rindang dan adem. Menetralisasi kawasan yang cenderung kering itu. Tak heran jadi jujukan petani yang ingin beristirahat.
Sumber Gobang terletak di batas terluar Kota Kediri. Secara geografis, mata air ini masuk kawasan Kabupaten Kediri. Namun begitu, area terluarnya masih terhitung masuk wilayah Kota Kediri.
Meskipun berada di perbatasan, namun mata air ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh warga Kota Kediri. Khususnya warga Lingkungan Centong, Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, yang memang merupakan permukiman terdekat dari Sumber Gobang.
“Terkadang dipakai mandi atau cuci-cuci kalau yang lagi pengen nyuci di sumber. Tapi yang paling sering ke sini ya orang dari sawah,” ujar Soni, warga setempat.
Ia yang juga baru pulang dari ladang tebu di sisi timur sumber itu mengatakan, memang jadi kebiasaan petani setempat untuk mengunjungi Sumber Gobang. Tujuannya sekedar ngadem atau mendinginkan tubuh di tengah suasana yang teduh dan sejuk. Kawasan itu memang dikelilingi dengan pohon-pohon besar. Termasuk di antaranya pohon trembesi yang menaungi kawasan tersebut.
“Kalau di sini airnya deras dan jernih. Nggak pernah kering juga. Beda seperti Sumber Soyo yang sekarang airnya semakin sedikit,” imbuh Soni.
Sumber Gobang memang berada tak jauh dari Sumber Soyo. Jaraknya hanya 250 meter dari sumber yang kini diperuntukan sebagai kawasan budidaya ikan itu.
Berbeda dengan Sumber Soyo, belik-belik atau mata air di Sumber Gobang jumlahnya lebih banyak. Titik mata air utamanya pun mengalir deras di antara akar-akar pohon besar. Memunculkan air yang jernih dengan permukaan sumber yang terisi pasir. Sehingga airnya pun selalu jernih.
“Itu kan juga dibendung. Biar bisa untuk mandi kalau yang mau. Alirannya juga lebih jernih karena tersaring kerikil-kerikil yang ada di bendungan,” tandas Soni menunjuk bendungan sederhana dari batu-batuan yang disusun melintang di aliran sumber.
Karena suasananya yang sejuk dan rindang, kawasan ini juga sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan masyarakat. Termasuk aktivitas alam oleh anak-anak usia sekolah yang juga cukup sering dilakukan di sana.
“Kadang ada yang kemah sambil jelajah-jelajah begitu,” pungkas Soni.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah