Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Tengis di Bawang Kota Kediri Terancam Hilang, Ini Penyebabnya

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 21 Agustus 2023 | 16:58 WIB

 

MENGALIR KECIL: Kondisi sumber Tengis di Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren.
MENGALIR KECIL: Kondisi sumber Tengis di Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren.

 

Sumber Tengis berada tak jauh dari Sumber Gande. Jika Sumber Gande kondisinya memprihatinkan karena tercemar sampah, mata air ini sedikit lebih beruntung. Meski begitu, kondisi yang terbengkalai justru memicu kekhawatiran. Mata air ini lambat laun makin terlupakan.

Mata air ini letaknya di tengah area persawahan tebu. Alhasil, Sumber Tengis bagaikan oase di tengah kawasan yang cenderung kering dan berangin. Meski kawasannya cukup luas, namun mata airnya terbilang kecil. Pun dengan air yang memancar dari sana.

Memancar dari sela-sela akar pohon sukun, air di sumber Tengis mengalir kecil. Debitnya berkurang signifikan selama musim kemarau. Belum lagi daun-daun kering dari pepohonan di sekitarnya. Menutup hampir seluruh permukaan sumber yang tak sampai menggenang itu.

“Memang dari dulu nggak pernah dipakai. Mungkin karena nggak ada akses masuknya,” ujar Adi, warga setempat.

Sama seperti Sumber Gande, tak ada akses khusus menuju Sumber Tengis. Untuk ke sana harus melewati parit dan persawahan tebu. Mata air yang berada di tepi Jalan Sri Tj, Kelurahan Bawang itu dipisahkan dengan dinding setinggi kurang lebih 1,5 meter.

“Muter lewat sawah tebu saja. Kalau lewat ini (dinding jalan, red) nggak bisa. Terlalu tinggi,” tuturnya.

Oleh sebab itu, tak ada warga setempat yang mengunjungi sumber Tengis. Mata air ini berangsur dilupakan. Tak ada pula upaya konservasi seperti memberikan bangunan pengaman di sekitar mata air. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran, jika mata air ini lambat laun hilang.

“Ini saja airnya kecil. Mungkin nanti nggak lama lagi kering. Karena biasanya tiap kemarau kering. Nanti musim hujan muncul lagi,” ujar Riono, warga setempat lainnya yang ikut menimpali.

Namun hingga kemarin mata air ini masih mengalirkan airnya. Dari saluran yang bercabang itu, air dari sumber Tengis bermuara menjadi satu dengan air dari sumber Gande. Hingga pada akhirnya bermuara di sungai yang lebih besar. Yakni, yang mengairi kawasan permukiman dan persawahan Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #terancam #mata air #alam