Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Gande di Kelurahan Bawang Kota Kediri Jadi Tempat Sampah Orang Melintas

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 18 Agustus 2023 | 17:55 WIB

 

MIRIS: Sumber Gande yang berada di Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren sering dijadikan tempat membuang sampah.
MIRIS: Sumber Gande yang berada di Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren sering dijadikan tempat membuang sampah.

Sumber Gande kini sangat memprihatinkan kondisinya. Letaknya yang berada tepat di bawah jalan desa tak membuat mata air ini dilirik warga. Melainkan, tempat itu nampak seperti kawasan semak belukar yang tak terurus dan terancam pencemaran.

Lokasinya tepat di tepi jalan desa. Namun untuk menuju ke sana harus mencari akses yang lebih aman. Sebab, ada dinding setinggi sekitar 1,5 meter yang memisahkan antara kawasan mata air dengan aspal jalan. Untuk turun ke sana, harus memutar terlebih dahulu. Mencari akses yang lebih landai dengan menyeberangi selokan serta melintasi ladang tebu.

Sesampainya di sana, aksesnya juga belum dikatakan aman. Rimbunan semak belukar dan daun-daun kering menutup hampir seluruh kawasan itu. Luasnya tak lebih dari 30 meter persegi. Sumber Gande mengalir kecil di antara akar-akar pohon sukun.

“Akses masuknya ya nggak ada. Sedapatnya saja. Selama saya di sini saja nggak pernah masuk ke situ,” ujar Adi, warga sekitar yang bertani tebu di sekitar Sumber Gande.

Mata air itu memang nampak tak pernah dimanfaatkan oleh warga sekitar. Pun dengan upaya konservasi yang juga menurut Adi tak pernah dilakukan. Tak ayal, sumber ini menjadi tidak terawat. Bahkan, di beberapa titik nampak banyak sampah yang terbungkus dalam kantong-kantong plastik.

Sampah paling banyak berada di sudut kawasan sumber yang berpapasan langsung dengan jalan desa. Menurut Adi, kemungkinan beberapa orang sengaja melempar sampah saat melintas di jalanan tersebut. Bahkan, tak sedikit sampah yang masuk hingga ke area mata air.

“Airnya memang kecil. Paling sebentar lagi kering karena kemarau,” ucap Riono, warga lainnya menimpali.

Menurut Riono, warga sekitar memang tidak pernah memanfaatkan atau sekadar mengunjungi mata air. Salah satunya karena tidak ada akses menuju sumber. Antara kawasan sumber dengan jalan desa terdapat rimbunan belukar dan sungai yang membatasi. “Sekadar ada saja sumbernya. Nggak pernah ada yang pakai,” tutur Riono.

Mata air yang masih alami tanpa bangunan pelindung ini diapit pohon-pohon sukun berukuran besar. Kawasan ini pun dikelilingi persawahan tebu. Tak jauh dari sana, terdapat lingkungan padat warga Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren serta area persawahan. Di sana, menurut Riono, air dari Sumber Gande bermuara.

Pada musim kemarau seperti saat ini, pancaran air dari Sumber Gande relatif kecil. Belum lagi beberapa kantong-kantong sampah yang menutup sejumlah titik belik atau mata airnya. Menjadikan sumber ini tak banyak mengalirkan air.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #mata air #alam