Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sumber Jasem di Kelurahan Bawang, Mengalir Terus meski Debit Air Kecil

Andhika Attar Anindita • Senin, 14 Agustus 2023 | 17:32 WIB

Photo
Photo

MATA AIR
ini berada di tengah area persawahan tebu. Tak ada akses khusus untuk menuju ke sana. Yang ada hanya jalur yang sengaja dibuat sebagai akses keluar-masuk truk pengangkut hasil panen tebu. Terlihat dari jejak roda truk yang membekas di jalan selebar kurang lebih 2,5 meter itu.

Setelah melewati jalur tersebut masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 20 meter untuk menuju mata air. Masih dengan melewati sawah-sawah tebu milik warga setempat.

Aliran mata air ini pun tak seluas kawasannya. Belik air muncul dari salah satu sudut kawasan itu. Tepatnya dari sela-sela akar pohon. Belum lagi banyaknya sampah daun dan tanaman perdu hampir menutup permukaan air di sana. Timbunan daun dan ranting itu menyebabkan pendangkalan. Membuat mata air ini nyaris tak terlihat.

“Sepertinya nggak hanya karena kemarau. Biasanya juga memang hanya segitu airnya,” ujar Rubi Hartoyo, 33, warga setempat.

Baca Juga: Mata Air di Kelurahan Gayam Kota Kediri Ini Terbengkalai dan Mengering, Namanya Sumber Wedang

Karena akses dan kondisi yang tak terawat, sangat jarang ada orang yang berkunjung ke sana. Apalagi berenang. Genangan airnya kurang
 ayak dan aman untuk dipakai berenang.

“Dulu pernah dibersihkan sama warga, digali juga biar lebih besar airnya. Tapi yang tetap hanya segitu saja,” imbuhnya.

Pantauan koran ini, nampak upaya untuk membendung air dengan material seadanya. Hanya batu dan tanah di salah satu sisi mata air. Hasilnya, air sedikit menggenang. Meski tingginya tak lebih dari betis orang dewasa.

Berada tepat di perbatasan antara dua wilayah. Kota dan Kabupaten Kediri, Sumber Iprik-Iprik agaknya masih jauh dari pengembangan. Secara geografis, sumber ini berada di wilayah Kota Kediri. Namun, di sisi selatannya merupakan Desa Silir, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Inilah Sumber Jasem di Betet Kota Kediri, Mata Air Melimpah tapi Tak Terurus

Tak ada bangunan pelindung di seluruh kawasan mata air. Pun dengan aliran di bawahnya. Padahal, sumber ini menyimpan potensi besar. Meski tak terurus dan banyak tertimbun sampah sampah daun, mata air ini terus memancar. Memenuhi kebutuhan air di kawasan pertanian yang berada di hilirnya.

Saat ditanya terkait asal muasal penamaan mata air ini, Rubi pun tak tahu. Yang dia tahu, warga sekitar hanya menyebut mata air ini sebagai ‘sumber’ . “Apa mungkin karena airnya kecil tapi nggak pernah mati? Kalau orang sini memang biasanya menyebutnya ya sumber begitu saja,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata #SUMBER #mata air #Sumber Air Alami