Bila bagi manusia rambut adalah mahkota, maka bagi hewan piaraan seperti kucing, bulu adalah mahkotanya. Nah, bila tak dirawat dengan benar hewan berbulu seperti kucing juga terancam kebotakan.
Tiara kaget ketika tangannya mengelus-elus badan si Pus, kucing kesayangannya. Ada helai-helai yang menempel di telapak tangannya. Oh, ternyata bulu si Pus mulai rontok. Ketika diraba juga terasa tidak setebal seperti biasanya.
Semakin kaget gadis ini ketika melihat ada pitak alias botak di beberapa bagian tubuh si Pus. Dia pun terpaksa membawa hewan piaraannya itu ke dokter.
Memang, seperti halnya manusia, kebotakan juga bisa menyerang pada hewan. Bila hal itu terjadi, akan sangat menganggu penampilan si kucing ataupun hewan berbulu lainnya.
"Pada dasarnya bulu mengalami kerontokan adalah hal yang biasa. Namun perlu diwaspadai jika jumlahnya berlebihan," kata Aksa Nadlarotunna’imma, dokter di salah satu klinik hewan.
Wanita yang biasa disapa Nana ini menjelaskan, bulu rontok pada kucing biasa disebut alopecia. Agar tidak salah penanganan, pemilik hewan harus tahu apa yang menjadi penyebabnya.
Alopecia ini penyebabnya ada beberapa faktor. Di antaranya adalah akibat infeksi atau alergi.
Bila karena infeksi, penyebabnya pun beragam. Ada infeksi jamur atau infeksi parasit seperti tungau atau kutu. "Infeksi jamur pada kucing dikenal juga sebagai ringworm atau dermatophytosis," imbuh lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga ini.
Secara umum ringworm disebabkan oleh jamur yang tergabung dalam kelompok dermatophytes. Namun, pada kucing biasanya disebabkan oleh Microsporum Canis atau Trichophyton Mentagrophytes. Infeksi jamur ini menjadi penyakit yang menular. Bahkan tidak hanya pada kucing maupun hewan lain, tetapi juga pada manusia. Untuk itu, pengobatan dan perawatan harus segera dilakukan bila hewan mengalami hal ini. Agar tidak semakin memburuk dan menyebar pada orang lain.
"Tanda terkena infeksi jamur akan menyebabkan kulit menjadi bersisik dan banyak sel kulit yang mati menyerupai ketombe pada bulu kucing," urai Nana.
Serangan infeksi ini bisa dideteksi. Caranya dengan tes sampel bulu kucing maupun tes darah. Namun, jika kucing kesayangan sudah terkena jamur, yang dilakukan adalah memandikannya dengan sampo anti-jamur untuk kucing. Agar cepat sembuh, selain sampo, juga diperlukan penggunaan krim atau salep anti jamur.
Selain karena jamur, hormon juga menjadi salah satu penyebab kebotakan dan rambut rontok pada kucing. Ketika terjadi kelebihan atau kekurangan hormon, rambut rontok bisa terjadi. Kucing yang hamil atau menyusui akan kehilangan bulunya karena perubahan hormon.
"Sama seperti manusia, hewan peliharaan juga dapat mengalami stress," ungkap perempuan asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri tersebut.
Saat kucing mengalami stres dan kecemasan, bisa memicu perilaku menjilat atau menggigit badan secara berlebihan sehingga menyebabkan kerontokan.
Untuk menangani hal tersebut, sebagai pemilik agar memberikannya tempat tidur yang nyaman. Dengan tujuan agar kucing bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang. Stres juga bisa memicu bulu rontok, makanya menjaga mood kucing tetap positif juga bisa jadi cara mengatasi bulu kucing yang rontok.
Baca Juga: Mengapa Hamster Mudah Mati? Ini Penjelasan Dokter Klinik Hewan
Bagi manusia, rambut adalah mahkota. Sama juta dengan hewan peliharaan seperti kucing, mahkota adalah bulunya. Jika tidak dirawat dengan benar, sama-sama akan mengalami masalah. Salah satunya adalah kebotakan, dimana pemicunya adalah stress hingga serangan jamur.
Sebagai owner atau pemilik, pasti pernahkah merasakan saat sedang mengelus kucing merasa kalau bulunya tidak tebal seperti biasanya. Atau memperhatikan ada botak atau pitak pada beberapa bagian tubuh kucing. Jika iya, maka ada beberapa alasan mengapa kucing itu bisa kehilangan bulunya.
Sama seperti manusia, bulu yang rontok hingga mengakibatkan kebotakan pastinya akan sangat mengganggu penampilan kucing peliharaan.
Umumnya, lesi akan terlihat kemerahan dan menebal. Infeksi jamur yang terjadi pada cakar kucing akan menyebabkan cakar menjadi kasar, berlubang, bersisik, dan dapat mengubah bentuk cakar kucing.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah