Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Selama musim kemarau, seperti saat ini, debit air Sumber Dadapan jauh berkurang. Meskipun tak sampai mengalami kekeringan semenjak konservasi pada 2020 lalu. Namun air yang berkumpul di kolam penampung tak begitu tinggi.Tak menyentuh bibir kolam.
Masalahnya adalah, mulut saluran irigasi berada di bibir kolam. Bila airnya tak tinggi, saluran itu tentu saja tak terisi air. Pengairan ke sawah pun tak bisa dilakukan.
“Itu kan lebih tinggi (saluran yang mengarah ke area persawahan). Jadi nggak bisa naik airnya,” terang Muryani, warga sekitar yang tiap hari berjualan di kawasan Sumber Dadapan.
Kontur tanah di tempat ini memang unik. Letak mata airnya lebih rendah. Sementara pintu air yang menjadi awal perjalanan saluran irigasi justru lebih atas. Bila air di sendang rendah maka justru air dari pintu air yang mengalir lagi ke sendang.
“Nanti rencananya mau dibangun lagi. Pintu airnya itu ditinggikan, aliran airnya dikeruk. Jadi biar airnya ini bisa mengalir,” tambah pria yang tiap hari juga secara swadaya membersihkan kawasan Sumber Dadapan itu.
Menurut Muryani, rencana pembangunan itu juga akan dibarengi dengan penambahan fasilitas lain. Salah satunya kamar mandi. Pun dengan meneruskan pembangunan pagar yang saat ini baru berdiri di area depan Sumber Dadapan.
“Yang belakang nanti juga akan dipagar,” terangnya menunjuk area belakang kawasan sumber yang ada di Kelurahan Tinalan ini, yang berbatasan langsung dengan lahan tebu warga.
Saat air dari Sumber Dadapan tak bisa mengalir dengan normal, sampah daun jadi menumpuk di pintu air. Tentu itu bukan pemandangan yang elok untuk sebuah mata air. Belum lagi sampah dari saluran air yang terbawa masuk ke area sumber.
“Ini airnya juga jadi balik lagi. Dari arah sumber terus terdorong air, tapi sampai sini tidak kuat naik,” tambah Muryani seraya menunjuk air yang cenderung sedikit keruh saat mencapai bendungan atau pintu air.
Itu menunjukkan pemandangan yang kontras. Sebab, air yang ada dalam sendang –yang dekat dengan titik mata air— relatif jernih. Beragam jenis ikan seperti ikan kutuk, koi, hingga ikan-ikan kecil seperti cetol dan wader bisa nampak jelas berenang-renang.
“Bulan sebelas (November, Red) nanti katanya dimulai pembangunannya,” pungkas Muryani.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.