Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengulik Kerajinan Miniatur Barongan dari Kayu di Ringinrejo, Seperti Apa Caranya

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 1 Agustus 2023 | 19:15 WIB

 

KREATIF: Suroto menggambar pola pada jamang barongan buatannya. Dia membuat kreasi tersebut secara otodidak.
KREATIF: Suroto menggambar pola pada jamang barongan buatannya. Dia membuat kreasi tersebut secara otodidak.

Kreasi kepala barongan ini beda dari umumnya. Jika biasanya memiliki ukuran besar, kerajinan tradisional ini memiliki ukuran mini. Meski begitu, bagian mulutnya tetap bisa digerakkan.

“Barongan ini juga terbuat dari kayu,” jelas Suroto, perajin barongan mini asal Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Bahan barongan ini dapat menggunakan semua jenis kayu. Hanya saja disarankan bukan kayu randu.

Laki-laki berusia 62 tahun itu menjelaskan, tekstur kayu randu empuk. Jika terlalu empuk, saat dilakukan pemahatan kayu akan mudah rusak. Sehingga untuk bahan selain dilihat dari tekstur kayu, juga disesuaikan dengan budget. “Kalau saya ini menggunakan kayu sengon dan waru, yang mudah dicari,” imbuhnya.

Bahan utama kayu ini dibeli dari wilayah Kecamatan Kandat. Saat datang masih berupa potongan besar, sehingga proses pertama adalah memotong menjadi bongkahan kayu yang lebih kecil. Disesuaikan dengan kepala barongan yang ukurannya.

MINIATUR BARONGAN: Produk buatan Suroto menggunakan tekstur kayu randu. Produknya banyak diminati anak-anak karena ukurannya yang kecil dan beratnya ringan.
MINIATUR BARONGAN: Produk buatan Suroto menggunakan tekstur kayu randu. Produknya banyak diminati anak-anak karena ukurannya yang kecil dan beratnya ringan.

Dari potongan kayu tersebut kemudian dilakukan proses pemahatan sesuai dengan polanya. Sebelum lanjut tahap perwarnaan, kayu pertama didasari terlebih dahulu menggunakan cat tembok sebayak dua kali. Tujuan didasari, agar nantinya cat tidak meresap di kayu dan juga bisa mengkilap. “Alasan kenapa menggunakan cat tembok harganya murah, jika pakai cat kayu tidak nutut jualanya jika dikalkulasi semuanya,” ungkap laki-laki kelahiran 1961 ini.

Dalam proses dasar, pertama diberi warna merah. Setelah kering, baru didasari warna putih. Karena menggunakan cat untuk poles mobil, sehingga proses pengeringan tidak membutuhkan waktu lama. Proses pengeringan hanya sekitar satu hingga dua jam, jika cuaca sedang panas. Namun juga musim hujan, pengeringan menggunakan hair dryer.

Agar bisa dibuka seperti barongan besar, kerangka atas dan bawah dipahat secara terpisah. Untuk menyatukan keduanya tidak menggunakan paku, namun melainkan dikunci dengan kayu itu sendiri. “Bagian jamang ini menggunakan talang,” ujar Suroto.

Talang air yang digunakan terbuat dari plastik, berwarna putih. Alasan menggunakan talang, karena bahannya yang tahan lama. Jika memamakai bahan spunbond atau kain akan mudah robek.

Motif jamang ini ada yang khas daerah Blitar dan juga Kediri. Pewarnaan motif ini menggunakan cat mobil. Selain harganya murah, namun juga cepat kering dan hasilnya akan mengilap. Karena semua pembuatan secara otodidak, Suroto membuatnya dengan hati-hati. Sehingga hasilnya sangat maksimal.

Kemudian untuk aksesoris rambut pada barongan, Suroto menggunakan rambut sintetis. Sebab, jika menggunakan buntut sapi atau kuda, nanti akan memengaruhi harga barongan. Selain harganya mahal, tidak mudah mencari buntut sapi atau kuda. Barongan mini ini dijual cukup murah, sehingga anak-anak dapat membelinya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#barongan #kerajinan #miniatur #Kreasi #seni