Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Cara Pengelola Sumber Jiput Rejomulyo Kota Kediri Ciptakan Antusiasme Pengunjung

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 31 Juli 2023 | 17:49 WIB

 

PERAHU KAYUH: Wahana perahu bebek menjadi penarik minat wisatawan berkunjuung ke Sumber Jiput.
PERAHU KAYUH: Wahana perahu bebek menjadi penarik minat wisatawan berkunjuung ke Sumber Jiput.

Pengelola
Sumber Jiput tak ingin latah, sekadar mengikuti tren menjadikan mata air jadi destinasi wisata. Mereka ingin menjaga antusiasme pengunjung. Agar tetap berminat berwisata di tempat ini.

Tantangan bagi Sumber Jiput agak berbeda dengan mata air lain di Kota Kediri. Ini tak lepas dari fakta  bahwa kawasan ini potensi wisatanya terus berkembang. Jika mata air lain masih mencari cara agar dilirik pelancong, Sumber Jiput lebih mapan. Bahkan, tak hanya soal wisatanya, tentang konversi mata air pun sudah oke.

Tak heran bila sumber air yang hanya berjarak empat kilometer dari Alun-Alun Kota Kediri ini tak pernah sepi pengunjung. Tiap hari selalu ada yang menghabiskan waktu, berwisata. Layak jika disebut sebagai salah satu ruang terbuka hijau unggulan di Kota Kediri.

Pertanyaannya, bisakah pengelola mempertahankan pamor Sumber Jiput? Sehingga pengunjung tak bosan mampir ke kawasan mata air yang terletak di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota ini?

“Tantangan kami itu bikin pengunjung tidak berpola pikir seperti lalat. Jadi hanya mengerubungi makanan waktu masih ada. Sebentar langsung ditinggal pergi lagi,” ujar Erwin Kuswanto, salah seorang anggota karang taruna pengelola Sumber Jiput.

Aspek keberlanjutan menjadi visi para pengelola. Mereka tak ingin pamor wisata lokal ini hanya mencuat di awal. Lalu semakin dilupakan seiring dengan wisata-wisata baru yang bermunculan.

“Jadi kami memang sengaja membangun fasilitasnya ini bertahap. Kami bisa saja bangun semuanya bersamaan. Tapi nanti takutnya orang bosan. Istilahnya nggak ada yang ditunggu-tunggu,” dalih Erwin.

Pemuda ini mencontohkan, beberapa waktu lalu –tepatnya setelah Ramadan tahun ini— wahana perahu bebek ditambahkan. Kebetulan, itu merupakan hasil donasi dari Ketua DPRD Kota Kediri. Selama tiga bulan berjalan, antusiasme masyarakat cukup tinggi dengan wahana air itu. Terbukti dalam sehari penyewanya bisa mencapai puluhan orang.

Bagaimana tidak, untuk harga sewa yang  hanya dibanderol Rp 10 ribu, pengunjung bisa menaiki perahu bebek sepuasnya. Mengayuh perahu bebek mengelilingi kolam terbesar berisi ratusan ikan. Sesekali melempar pakan ikan yang dapat dibeli dengan harga seribu rupiah pun bisa menambah keseruan.  

“Nanti kalau kelihatannya pengunjung sudah berkurang, sudah bosan, baru kami tambah wahana lain. Rencananya nanti akan kami bangun kolam untuk berenang anak-anak kecil. Sama flying fox,” imbuhnya.

Erwin menekankan, pengembangan wisata di Sumber Jiput memang direncanakan secara bertahap. Bahkan, juga memperhitungkan masukan dari pengunjung.

Dengan strategi seperti itu diharapkan pengunjung selalu punya alasan untuk mampir ke Sumber Jiput. Pun dengan pengelola yang dituntut selalu kreatif menyajikan terobosan-terobosan baru. Sehingga, mata air ini tetap bisa hidup dan ‘dihidupkan’ oleh wisatawannya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata sumber air #SUMBER #sumber air #Sumber Air Alami