Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Tempatnya luas, tak jauh dari pusat kota. Tapi, asri dan jauh dari riuhnya kesibukan kota. Membuatnya jadi jujukan warga kota yang ingin berwisata alam dengan bujet murah!
Kawasan mata air ini luasnya diperkirakan mencapai satu hektare. Terletak di kelurahan yang sebenarnya berada di pusat kota, di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota. Di selatan Alun-Alun Kota Kediri. Sekitar 10 menit perjalanan dari pusat kota tersebut. Tentu saja, ketika keadaan lalu lintas tidak macet.
Namanya, Sumber Jiput. Agak unik memang penamaan ini. Biasanya nama sumber air bergantung pada lokasinya. Sedangkan mata air ini berada di lingkungan Rejomulyo.
Konon, nama Sumber Jiput diambil karena mata air yang ditutupi sapu lidi atau jiput. Sebab, konon pula, tempat ini menjadi sumber munculnya angin. Nah, agar tidak terganggu, akhirnya sumber air ditutup oleh jiput.
Benarkah cerita itu? “Kalau soal nama saya kurang tahu. Sejak dahulu namanya sudah seperti itu, Sumber Jiput,” jawab Erwin Kuswanto, anggota karang taruna yang menjadi pengelola tempat ini.
Ya, saat ini Sumber Jiput memang dikelola oleh karang taruna setempat. Terutama yang terkait sektor wisata. Sebab, sumber ini memang memiliki potensi wisata yang besar.
Selain punya tiga titik mata air utama, yang menghidupi seluruh kawasan Sumber Jiput dan persawahan di hilirnya, ada satu lagi kolam yang berukuran besar. Kolam inilah yang dijadikan daya tarik tempat ini. Karena berisi ratusan atau bahkan ribuan ikan berbagai jenis dan ukuran.
Karena jadi daya pikat, pengelola pun memaksimalkan cara agar menggaet pelancong. “Di sini kami menyediakan pakan ikan untuk pengunjung yang mau ngasih makan ikan. Harganya seribu satu kantong plastik,” ujar Erwin.
Namun, pengelola juga sadar bahwa ekosistem di tempat itu harus dijaga, dilestarikan. Ikan-ikan yang ada tak boleh berkurang. Karena itulah pengelola melarang pengunjung memancing ikan di area sumber. Lebih-lebih beberapa jenis ikan merupakan hibah dari pemerintah. Yang tujuannya untuk menjaga ekosistem air sekaligus sebagai daya tarik wisata.
Selain kekayaan fauna air, sumber ini juga dikelilingi rerimbunan pohon-pohon besar. Menciptakan suasana asri dan menyenangkan bagi siapa saja yang berkunjung. Terutama bagi anak-anak kecil yang banyak bermain di sekitar mata air.
“Main ke sini karena dekat dengan rumah dan low budget,” ujar Vio, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarga.
Warga Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota itu mengaku sering mengunjungi Sumber Jiput. Lokasinya yang luas dan terawat membuatnya nyaman berwisata.
“Bagus sih kalau di sini. Karena sudah terawat. Buat santai-santai sambil nyemil juga enak. Jadi di sini, kita sendiri bisa makan, tapi juga bisa kasih makan ikan,” kelakarnya.
Kolam besar yang berada di tengah-tengah kawasan sumber memang menampung banyak ikan. Sirkulasi air yang lancar dan debit yang melimpah jadi salah satu alasan ikan-ikan itu berkembang dengan baik. Kualitas air pun nampak tak begitu keruh meski banyak ikan di dalamnya.
“Di ujung sana ada tiga titik mata air. Nanti semuanya mengalir ke kolam ini sampai ke aliran sungai sana,” sambung Erwin menjelaskan besarnya volume air yang muncul dari mata air.
Meski ada tiga titik mata air utama, namun belik-belik air tetap muncul di dinding-dinding kolam. Walaupun seluruhnya sudah diberi bangunan pengaman, air tetap keluar dari sela-sela batuan.
“Jadi memang ini tetap mengalir terus. Meskipun katakanlah musim ketiga (kemarau) tetap deres. Mungkin kalau musim hujan saja bendungannya kami buka sedikit. Jadi airnya nggak penuh di sini,” terang Erwin sambil menunjuk ke arah kolam utama.