Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Bahaya Ketombe bagi Kulit Kepala, Simak Penjelasan Dokter Kecantikan

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 25 Juli 2023 | 17:24 WIB

 

Photo
Photo

Siapa yang merasa nyaman saat rambut gatal? Terutama yang disebabkan ketombe. Tak hanya menganggu penampilan, ketombe yang berkerak juga dapat melukai kulit kepala. Bahkan jika sampai luka perlu ditangani secara medis.

Sebagian orang memiliki masalah rambut berketombe. Namun, tanpa tahu penyebab dan penanganannya. Padahal ketombe yang berkerak dapat menganggu penampilan dan kesehatan kulit kepala.

“Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan serpihan kulit yang disertai rasa gatal,” terang Dian Rachmania, Dokter Estetik Founder Amaze Glam.

Masalah ketombe pada rambut disebabkan beberapa hal. Mulai dari dermatitis seboroik, jarang mencuci rambut, malasssezia sp, hingga dermatitis kontak. Dari empat penyebab di atas, dermatitis seboroik merupakan salah satu penyebab paling sering. “Penyakit ini ditandai kulit memerah dan berminyak, dilapisi oleh serpihan kulit kepala berwarna putih kekuningan,” ujar Dian.

Dermatitis seboroik juga bisa menyerang bagian tubuh lain, selain kulit kepala. Contohnya daerah alis, hidung, belakang telinga, dada, selakangan, dan daerah-daerah lain yang memiliki banyak kelenjar minyak. “Penyebab lainnya karena kurang mencuci rambut,” imbuh Dian.

Saat kulit kepala berminyak dan jarang dikeramasi akan membuat minyak dan sel kulit mati akan menumpuk di kulit kepala yang mengakibatkan ketombe. Ketombe tersebut akan semakin menempel, jika tidak segera dibersihkan.

Penyebab ketombe lainnya adalah Malassezia Sp merupakan salah satu jamur yang hidup di kulit kepala sebagai normal flora. Jika ada kondisi yang menyebabkan pertumbuhan jamur ini meningkat melebihi jumlah normal, misalnya pada kondisi udara yang panas dan lembap. 

“Malassezia dapat menyebabkan penumpukan asam lemak tak tersaturasi sehingga terjadi peradangan. Kondisi ini bisa berujung pada deskuamasi kulit kepala sehingga menghasilkan ketombe,” kata Dian.

Terakhir adalah dermatitis kontak, dimana kondisi ini kulit kepala hipersensitivitas terhadap suatu komposisi dari produk perawatan rambut. Karena sangat sensitive dapat menyebabkan kulit kepala meradang, yang salah satu gejalanya adalah ketombe. “Kulit kepala bisa mengalami iritasi, biasanya ditandai dengan rasa perih,” urai Dian.

Ibu dari empat anak ini menjelaskan, bahwa jarang menyebabkan komplikasi, dan kebanyakan orang tidak perlu berkonsultasi dengan dokter. Namun, terkadang ketombe dapat mengindikasikan kondisi medis yang lebih serius. Kamu harus mencari bantuan medis jika mengalami infeksi.

Tanda–tanda infeksi mulai dari kulit kepala yang kemerahan, nyeri tekan, atau bengkak. Ada tanda-tanda eksim, dan psoriasis, dan kulit kepala terasa sangat gatal. Komplikasi terkadang dapat terjadi akibat pengobatan. “Jika sampo atau perawatan kulit kepala menyebabkan iritasi, segera hentikan pemakaiannya dan cobalah produk lain,” tutur Dian.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#dokter kecantikan #ketombe #kulit kepala